Penobatan PB XIII Bisa Jadi Digelar di Tempat Lain
Senin, 30 Agu 2004 18:17 WIB
Solo - KGPH Tedjowulan, sesuai rencana akan diangkat sebagai putra mahkota dan langsung dinobatkan sebagai PB XIII, Selasa (31/8/2004) besok di Sasana Sewaka Kraton Surakarta. Namun pihak yang menolak mengatakan itu tidak mungkin bisa digunakan karena sedang dibersihkan untuk rencana penobatan KGPH Hangabehi juga sebagai PB XIII, 10 September mendatang.Seperti diketahui konflik yang terjadi di Kraton Surakarta pasca-mangkatnya PB XII 11 Juni lalu, berujung pada perpecahan. Sekelompok putra-putri PB XII tetap bertekad akan mengangkat KGPH Hangabehi sebagai PB XIII meskipun ditolak banyak pihak. Sedangkan tiga lembaga utama kraton didukung para kerabat dan abdidalem menetapkan KGPH Tedjowulan sebagai pengganti.Persiapan pihak Hangabehi telah cukup lama dilakukan, bahkan telah berkoordinasi dengan pihak luar seperti polisi dan Pemkot Solo. Bahkan sejak Senin (30/8/2004) ini sejumlah bangunan di kraton diperbaiki, termasuk mengecat ulang tembok benteng yang melingkari kompleks kraton.Bahkan pihak ini juga mengatakan bahwa sangat tidak mungkin rencana pihak Tedjowulan menggunakan Sasana Sewaka bisa terjadi karena sedang diperbaiki. Mereka juga mengatakan penobatan Tedjowulan tidak akan bisa dibenarkan jika tanpa ada tarian sakral 'Bedaya Ketawang' dalam prosesi itu. Padahal tarian itu selama ini dikelola oleh GRAy Kus Murtiyah yang mendukung Hangabehi.Atas kondisi itu, Pengageng Parentah Kraton Surakarta GPH Dipokusumo mengatakan dirinya dan dua pengageng lainnya sore hingga malam ini akan melakukan pendekatan kepada sekelompok kecil putra-putri PB XII yang menolak Tedjowulan."Harapan kami, semua berjalan lancar dan penobatan Gusti Tedjo bisa berlangsung di tempat yang sudah direncanakan," ujarnya kepada detikcom, Senin (30/8/2004) sore.Namun Tedjowulan sendiri merasa tidak ada persoalan jika ternyata memang ada kelompok yang menghalang-halanginya. Kalau perlu, katanya penobatan itu berlangsung di Sitihinggil kraton, yang berada di luar tembok beteng."Saya akan dikukuhkan oleh putra pengageng kraton lalu dinobatkan menjadi raja. Setelah itu lalu memberitahu seluruh hadirin bahwa saya telah menjadi raja yang sah. penobatan nanti juga tidak perlu menggunakan 'Bedaya Ketawang'. Tarian itu baru akan digelar saat tingalan jumenengan (ulang tahun kenaikan tahta -red) setahun mendatang," tegas putra lelaki kelima PB XII tersebut.Namun lebih lanjut Tedjo mengatakan jika ada pihak yang menghalang-halangi penobatannya dengan melakukan sabotase, hal itu adalah tindakan naif yang tidak akan menyelesaikan persoalan dan justru tidak menyelesaikan persoalan. Tedjo yang masih menjadi anggota TNI aktif berpangkat Kolonel itu mengaku sudah menemui Hangabehi dan menjelaskan duduk persoalan yang terjadi."Saya sudah menemui Mas Behi dan beliau bisa memahami kondisi yang terjadi. Yang ngotot menolak itu adalah orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi dengan memanfaatkan nama Mas Behi. Saya bersedia menjadi raja ini adalah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Kalau mereka tetap ngotot seperti itu maka merekalah yang tidak ingin kraton selamat ke depan," tegasnya.Ditemui secara terpisah Kapolwil Surakarta, Kombes (Pol) Abdul Madjid mengatakan bahwa dalam acara penobatan besok pihaknya akan menurunkan 200 anggotanya untuk pengamanan. Menurut dia, polisi akan bertindak secara standar yaitu memberikan pengamanan sebuah kegiatan dan tidak akan memasuki wilayah konflik internal keluarga kraton.
(asy/)











































