"Tidak benar saya yang memulai pesan berantai," kata Dewi saat dihubungi detikcom, Senin (27/8/2012) dini hari.
Anggota Komisi VII DPR ini mengaku membuat pernyataan tertulis lantaran dirinya prihatin dengan musibah kebakaran yang menimpa warga Jakarta. "Saya prihatin mengamati kebakaran yang menjamur di perumahan padat penduduk Jakarta. Saya merasa terpanggil untuk ikut bicara," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya terpanggil untuk ikut bicara dan mengimbau Pemda untuk memberikan perhatian yang lebih besar dan melakukan langkah preventif agar tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang," pungkasnya.
"Pernyataan saya itu tidak ada kaitannya dengan soal menyudutkan salah satu kandidat dalam Pilkada," terangnya.
Dewi menambahkan konteks pernyataannya seharusnya dimaknai sebagai sebuah fakta adanya problem serius dalam tata kota Jakarta agar terhindar dari musibah seperti kebakaran.
"Banyaknya wilayah pemukiman yang mengalami bencana menunjukan ada persoalan serius di dalam tata kota DKI yang mana ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, selain itu sistem jaringan listrik harus ditata kembali, juga menyangkut perilaku masyarakat juga menjadi hal yang patut kita perhatikan sehingga bencana seperti ini tidak terulang terus menerus," tuturnya.
Dewi menyebut data lokasi kebakaran di Jakarta kebanyakan adalah wilayah yang dimenangkan Joko Widodo di putaran pertama lebih dulu beredar di masyarakat. "Itu dapat dari mana-mana, beredar dimana-mana, bukan dari saya," tegas dia.
(fdn/mok)










































