Relawan Berharap Hujan Bantu Padamkan Api di Gunung Slamet

Relawan Berharap Hujan Bantu Padamkan Api di Gunung Slamet

- detikNews
Senin, 27 Agu 2012 01:05 WIB
Relawan Berharap Hujan Bantu Padamkan Api di Gunung Slamet
Purbalingga - Para relawan yang ikut memadamkan api di lereng Gunung Slamet berharap hujan yang terus turun sejak pukul 17.30 WIB dapat membantu memadamkan api yang berkobar sejak Sabtu (25/08) dini hari kemarin.

"Hingga saat ini, hujan masih terus turun. Ini akan sangat membantu upaya pemadaman api di lereng Gunung Slamet," kata Asper Perhutani Purbalingga, Ahmad Efendi, kepada wartawan, Minggu (26/8/2012) malam.

Menurut dia, tim relawan yang ikut membantu pemadaman juga sudah turun ke Pos Bambangan, Purbalingga, Jawa Tengah sekitar pukul 19.00 WIB dalam kondisi basah kuyup. Mereka adalah tim yang berangkat sejak pukul 05.00 WIB tadi pagi untuk berupaya memadamkan api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diperkirakan api akan benar-benar padam jika hujan terus turun hingga besok sore. Karena upaya pemadaman akan sangat sulit tanpa bantuan hujan, mengingat kondisi angin yang cukup kencang.

Sementara menurut dia, dari data yang dikumpulkan Tim Perhutani, luas hutan yang dilalap api dan berada di wilayah Kabupaten Purbalingga mencapai lima hektare. Sementara hutan di wilayah Kabupaten Pemalang yang terbakar belum terdata, namun lebih luas dibandingkan di wilayah Purbalingga.

"Api ini melintas Kali Baya yang merupakan batas antara Kabupaten Pemalang dan Purbalingga," jelasnya.

Sedangkan untuk melokalisasi api agar tidak meluas, pada pukul 15.30 WIB sore telah diberangkatkan 60 petugas dari berbagai instansi. "Parit tetap dibuat agar api tak meluas," katanya.

Sebelumnya kawasan hutan di lereng Gunung Slamet terbakar pada Sabtu (25/8) pagi dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Luas areal hutan di lereng Gunung Slamet yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektar, hingga saat ini Tim Search and Rescue (SAR) Desa Kutabawa, Purbalingga, Jawa Tengah terus berupaya melokalisir api agar tidak terus meluas.

Kebakaran pada lereng Gunung Slamet diperkirakan berada di sekitar pos 5 pendakian Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan air laut. Kebakaran tersebut diduga terjadi dari sisa api unggun yang dibuat oleh para pendaki.


(arb/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads