Ikrar: Koalisi dengan Rakyat Bisa Sebabkan Psikoanarkisme
Senin, 30 Agu 2004 17:36 WIB
Jakarta - Pengamat politik Ikrar Nusa Bhakti menilai dari segi filsafat politik koalisi dengan rakyat bisa menyebabkan psikoanarkisme. Sebab bagaimana rakyat bisa dikelola dan bagaimana rakyat bisa menyampaikan bargaining position tidak jelas. "Apalagi sikap anti-partai mirip dengan kejadian pada awal Orde Baru," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini saat jadi pembicara dalam diskusi tentang koalisi parpol di Hotel Sari Pan Pasifik, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Senin (30/8/2004).Sementara tentang anggapan koalisi parpol bisa menyebabkan oligarkhi, Ikrar menyatakan itu sulit terjadi karena elitnya berasal dari beragam ideologi. "Apalagi yang namanya sebuah pemerintahan, ya itulah oligarkhi," tukasnya. Kalau soal efektifitas koalisi, menurut Ikrar, tergantung bagaimana kedua koalisi, yakni koalisi parpol yang diusung Mega atau koalisi dengan rakyat yang diusung SBY, membangun isu dan dan mekanisme bergerak. "Meski sebenarnya untuk sekarang ini tidak ada lagi bedanya antara koalisi kebangsaan dan koalisi kerakyatan. Toh koalisi rakyat yang diusung SBY akhirnya juga tidak konsisten karena melakukan pendekatan juga pada partai," ujar Ikrar. Sedang soal kelangsungan koalisi, Ikrar tidak yakin koalisi tidak akan permanen. "Saya tidak yakin koalisi akan berlangsung permanen, karena koalisi itu tergantung isu. Jadi tidak ada jaminan ide pemerintah akan selalu disetujui oleh DPR," demikian Ikrar Nusa Bhakti.
(gtp/)










































