Acara digelar di Menara Bosowa, Makassar, Sabtu-Minggu (25-26/8/2012), mengusung tema menasionalisasikan kuliner khas Sulawesi Selatan.
Hal ini berbeda dengan PSBM tahun-tahun sebelumnya yang sekadar ajang silaturahmi para pengusaha dan politisi asal Sulawesi Selatan, yang lebih bernuansa politis dan ajang pamer kesuksesan di kampung orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sadikin menambahkan, tema mengkomersialisasikan kuliner Makassar berangkat dari banyaknya anggapan dari wisatawan domestik dan mancanegara yang menyebut Makassar sebagai surga berwisata kuliner. Selama ini warga luar Makassar hanya mengenal Coto Makassar dan Sup Konro saja, padahal menurut Sadikin masih banyak ragam kuliner lainnya seperti seafood dari hasil laut yang masih segar dan makanan berkuah selain Coto Makassar.
Usai pertemuan para saudagar ini, lanjut Sadikin, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk mempersiapkan pengembangan industri dan usaha kuliner yang akan disebar ke seluruh pelosok tanah air.
"Kita sangat menyayangkan ada beberapa makanan yang asalnya dari Sulsel, tapi diakui dari tempat lain, seperti Pisang Ijo yang sudah lebih dulu diwaralabakan oleh orang Bandung, kami tidak rela jika kekayaan khas Sulsel ini disia-siakan," ungkap Managing Director Bosowa Corporation yang juga Ketua Umum PSM Makassar ini.
Perhelatan dua tahunan ini yang rutin digelar usai lebaran akan dibuka secara resmi oleh mantan Wapres Jusuf Kalla, yang juga akan diselingi diskusi 'success story' dari founder Matahari Group Harry Darmawan dan Bupati Sidrap yang juga pengusaha pelayaran Rusdi Masse.
Malam ini para saudagar Bugis-Makassar peserta PSBM 2012 dijamu makan malam secara resmi oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rumah jabatannya, di jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Selanjutnya, pada farewell party besok malam, para pemudik spesial ini akan dijamu oleh Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin, di alun-alun kota Makassar, Lapangan Karebosi.
(mna/van)











































