53 Anggota DPR Lintas Fraksi Dukung SBY-Kalla

53 Anggota DPR Lintas Fraksi Dukung SBY-Kalla

- detikNews
Senin, 30 Agu 2004 17:07 WIB
Jakarta - Sebanyak 53 anggota DPR RI dari berbagai fraksi sepakat mendukung dan menetapkan pilihan kepada SBY-JK pada pilpres 20 September 2004 mendatang.Dukungan ini dibuktikan dengan penandatanganan naskah deklarasi yang diwakili oleh Syaifullah Adnawi (FKB), Djamal Doa (FPPP), Samuel Koto (FR), Antoni Amir (FR), Julius Usman (PDIP), Burhanuddin Napitupulu (Golkar), Mudahan Hasbi (FPDU). Acara digelar di Hotel Hilton, Jl.Sudirman, Jakarta, Senin (30/8/2004).Adapun nama-nama lainnya yang mendukung adalah Husni Thamrin, Haryadi Ahmad, Haryanto Taslam, Meilono Suwondo dan Sophan Sophiaan, Saruji Tanjung, HM Nawir, Arsati Nur Amri, Ali Hardi Kiai Demak, Rusli Ibrahim, Faisal Baasir, Syaiful Adnawi, Tari Sri Utami, Chotibul Umam, Mahrus Usman, Iwan Prayitno, KH Muchtar Adam, Mutammimul U'la, dan lain-lain. Sebagai catatan, banyak dari 53 anggota DPR ini tidak terpilih menjadi anggota DPR periode 2004-2009. Selain mendukung, mereka juga mengajukan sejumlah tuntutan pada SBY-Kalla. Yaitu pertama, menuntut SBY-Kalla menjadi pemimpin yang bersih, berwibawa dan bebas dari KKN serta dapat menyejahterakan rakyat.Kedua, pemimpin yang bisa menata ekonomi serta tidak menjual aset negara untuk kepentingan pribadi. Ketiga, pemimpin yang mengakui hak-hak rakyat atas negara dan kekuasaan serta menegakkan hukum.Keempat, pemimpin yang tidak membohongi rakyat. Kelima, pemimpin yang menjaga prinsip-prinsip demokratisasi dalam pengelolaan negara: transparan, akuntabilitas, partisipasi, dan kesetaraan. AmanahDalam kesempatan itu, hadir Jusuf Kalla yang memberikan sambutan. "Ini merupakan amanah yang tentunya kami siap laksanakan pada pemilu yang akan datang. Kami menyadari masalah perubahan lebih baik harus kita laksanakan dan sebenarnya bisa kita laksanakan. Karena itu, dengan dukungan dari Bapak dan Saudara sekalian, amanah itu akan kami laksanakan bersama Pak SBY dengan sebaik-baiknya," papar Kalla. Kalla menyangkal bahwa ada deal tertantu terhadap dukungan anggota DPR itu. "Tidak. Saya tiba-tiba diundang oleh anggota DPR," katanya menjawab pertanyaan wartawan usai acara.Dukungan terhadap dirinya, kata Kalla, menggambarkan keinginan untuk perubahan. "Masyarakat luas akan menilai bukan hanya rakyat yang perlu perubahan. Anggota DPR yang bergelut di pemerintahan juga ingin perubahan," demikian Kalla.Sedangkan ditanya tentang empat pos menteri perempuan, Kalla menegaskan bahwa kubunya belum menyebut nama soal itu. (nrl/)


Berita Terkait