"Dalam situasi arus balik seperti ini Pemprov DKI menyediakan 44 bus bantuan, bus-nya bus besar dan ber-AC yaitu bus Mayasari Bakti. Dan itu tersebar di 6 terminal,dan 5 stasiun Kereta Api," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, di Terminal Kampung Rambutan, Sabtu (25/8/2012).
Pristono mengatakan Bus bantuan Amari adalah sarana angkutan yang beroperasi di terminal dan stasiun kereta api. "Terminalnya itu Terminal Pulo Gadung, Kalideres, Kp Rambutan, Lebak Bulus, Rawamangun ditambah Tanjung Priok dan total keseluruhan berjumlah 31, di tiap terminal ada yang berjumlah 9, 8,dan 7 bus. Kalau yang di stasiun kereta api,itu jumlahnya antara 3 dan 2 sedang stasiun yang terdapat bus Amari ada 5, yaitu Stasiun Jatinegara, Tanah Abang, Gambir, Kota, dan Senen," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pristono mengatakan anguktan tersebut sudah mulai beroperasi semenjak kemarin Jumat (24/8) malam.
"Sudah mulai dari kemarin beroperasi jadi kita akan melayani 3 hari saja, yaitu malam Sabtu, malam Minggu, dan malam Senin. Mulai tanggal 24 Agustus 2012 sampai dengan tangga 27 Agustus 2012 dari pukul 22.00 - 05.00 WIB pagi," lanjutnya.
Pristono menjelaskan keberadaan bus Amari tidak akan mengganggu angkutan reguler. "Sebab pada jam 5.00 pagi angkutan reguler sudah ada dan bus tersebut tidak beroperasi. Lagi pulan angkutan ini ada pada saat kekurangan angkutan umum pada malam hari," jelasnya.
Pristono mengatakan bus tersebut dapat menampung jumlah penumpang sampai dengan 55 orang per bus. "Tapi kelihatannya pada saat malam hari antara berjumlah 40 orang. Dari laporan yang diterima semalam itu lumayan hampir terpenuhi seluruhnya. Dia rata-rata setiap satu terminal melakukan 3 bolak-balik perjalanan," paparnya.
Ia memaparkan pada tahun lalu bus bantuan Amari belum beropersi dan baru angkutan reguler. "Karena kita kan ingin perbaikan, walaupun angkutan reguler sudah ada cuma angkutan tesebut kurang optimal, hingga masyarakat banyak yang nunggu, namun tahun ini semua dapat terangkut semua dengan bus Amari," paparnya.
Pristono menjelaskan bus Amari beroperasi sangat fleksibel meskipun tidak mengantar pemudik sampai rumah. "Tetapi bus tersebut dapat berhenti di tengah jalan, misal di jurusan ke Grogol sampai di Grogol dia bisa jalan kaki ke rumah atau naik angkutan rumah atau jika ada yang berhenti di Harmoni penumpang bus Amari dapat meminta berhenti di tengah jalan mengingat jam operasinya pada malam hari," tandasnya.
(edo/van)











































