Siswi Lolos Olimpiade Matematika, Sekolah Bingung Cari Dana
Senin, 30 Agu 2004 16:16 WIB
Semarang -
Karena tergolong sekolah swasta yang miskin, SD Muhammadiyah 17 Semarang bingung ketika salah satu muridnya Fatimah Azzahra lolos seleksi Olimpiade Matematika se-Dunia di India.Fatimah adalah salah satu dari 10 siswa SD dari Indonesia yang akan mengikuti 2nd India Elementary Mathematics International Contest (IEMIC) 2004. Acara yang akan berlangsung tanggal 8-11 September 2004 mendatang di Lucknow, India itu, merupakan ajang seleksi Olimpiade Matematika se-Dunia tahun 2004.Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 17 Semarang Suwardi mengaku bingung mengusahakan dana bagi Fatimah dan guru pendamping. Jangankan untuk ke India, biaya pembuatan paspor bagi Fatimah dan persiapan transportasi sampai di Jakarta saja pihaknya mengaku sudah kebingungan."Dulu sewaktu mengirimkan Fatimah ke Jakarta untuk mengikuti seleksi tingkat nasional kami merasakan betapa berat mencari dana. Uang itu jelas bukan jumlah yang kecil dan gampang diperoleh oleh sekolah," papar Suwardi ketika ditemui beberapa wartawan di kantornya, Jl. Medoho Raya Semarang, Senin (30/08/2004).Suwardi juga bingung untuk mendanai guru pendamping yang akan menyertai Fatimah ke India. Sebab untuk biaya ke luar negeri itu, menurut informasi yang didapatnya besarnya sekitar Rp 15 juta.Dikatakan Suwardi, guru untuk pendamping Fatimah jelas sangat dibutuhkan. Sebab pada seleksi tingkat nasional tempo hari di Jakarta, Fatimah diikuti oleh guru pendamping. |Karena itu, pihak sekolah tetap mengusahakan dana untuk guru pendamping."Kami takut kalau pemberitahuan adanya guru pendamping diberitahukan menjelang keberangkatan. Kami jelas akan kelabakan," ujar Suwardi, seraya berharap agar Depdiknas segera memberitahukan masalah guru pendamping tersebut.Selain Fatimah, ada dua lagi murid SD asal Semarang yang akan berangkat ke India. Keduanya adalah Citra Mukti Triharjanti (SD Pedurungan Tengah 03) dan Eunike Elvina (SDK Tri Tunggal). Ketiga wakil dari Semarang itu akan bergabung dengan tujuh anggota delegasi lainnya dari Indonesia.Ke-7 delegasi lainnya adalah Ivan Kristanto (SD Yos Sudarso Tasikmalaya Jawa Barat), M Sena Lupdhika (SD Kedungsari 5 Magelang Jateng), Syah Rindra Sofyan (SD Batursari 6 Mranggen Demak Jateng), Zulhendra Valian Janir (SD 2 YPK Bontang Kaltim), IW Adi Julian Pawana (SDK Harapan Denpasar Selatan Bali), Muhammad Ridwan (SDN 6 Wonosobo Jateng), dan Andika Renaldi (SD Pius Pekalongan Jateng).
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































