Marsdya TNI Daryatmo adalah lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1978 dan pernah mengemban beberapa jabatan, di antaranya ; Kadispenau, Dankodikau, Aspers Panglima TNI dan terakhir Kepala Badan SAR Nasional. Marsdya TNI Daryatmo menggantikan Letjen TNI J. Suryo Prabowo yang telah pensiun. Demikian siaran pers Puspen TNI yang diterima detikcom.
Dalam amanatnya Panglima TNI mengatakan, serah terima jabatan di lingkungan TNI merupakan bagian dari pembinaan organisasi, terutama berkaitan dengan personel dalam rangka memelihara dinamika dan meningkatkan kinerja organisasi sesuai dengan tuntutan peran, tugas dan fungsinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, bahwa tugas pokok melalui OMSP cenderung semakin mengemuka, seiring dengan dinamika lingkungan global, regional dan nasional. Oleh karena itu, seluruh jajaran TNI dituntut kesiapsiagaan dan kesiapan operasional untuk mengantisipasi dan menghadapi perkembangan situasi nasional yang terus bergerak dinamis, seiring dengan dinamika perkembangan regional dan global. Hal ini tidak dapat terwujud tanpa pembinaan yang berkelanjutan, baik pada aspek doktrin maupun operasional melalui intensifikasi latihan, dihadapkan kepada prediksi tantangan dan ancaman yang akan dihadapi pada jangka pendek.
Dalam tradisi TNI, serah terima jabatan bukan hanya suatu kelaziman melainkan kebutuhan dan keharusan serta mengandung makna dan nilai yang lebih dari biasa, karena mengandung aspek penyegaran, harapan dan kaderisasi demi tercapainya tujuan organisasi yang menuntut penampilan intelektualitas, wawasan dan pengetahuan yang cukup.
Turut hadir dalam acara tersebut Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, Wakasal Laksdya TNI Marsetio, Irjen TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, Dansesko TNI Marsdya TNI I. B. Putu Dunia, para Asisten Panglima TNI dan Angkatan, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul dan beberapa pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan.
(nrl/vit)











































