Pasca Ledakan Bom, AS Ingatkan Warganya di Afghanistan

Pasca Ledakan Bom, AS Ingatkan Warganya di Afghanistan

- detikNews
Senin, 30 Agu 2004 15:16 WIB
Jakarta - Pemerintah AS mengingatkan warga negaranya di Afghanistan untuk tetap waspada dan tidak menarik perhatian. Peringatan ini dikeluarkan menyusul serangan bom mobil yang menghantam perusahaan keamanan swasta AS di ibukota negeri itu, Kabul.Peristiwa itu menewaskan setidaknya tujuh oranng, termasuk dua warga AS. Demikian seperti diberitakan Associated Press (AP), Senin (30/8/2004).Kelompok Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan Minggu (29/8/2004) lalu di kantor Dyncorp Inc., yang menyediakan para pengawal untuk Presiden Afghan Hamid Karzai dan juga bekerja untuk pemerintah AS di Irak.Ledakan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah pengeboman lainnya yang menewaskan sembilan orang di sebuah sekolah di Afghanistan tenggara. Korban tewas termasuk delapan anak-anak. Insiden-insiden ini semakin mempertegas buruknya keamanan negeri itu menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober mendatang.Kedutaan Besar (Kedubes) AS hari ini mengimbau warga AS, khususnya yang berada di Kabul untuk mengurangi pergerakan mereka, mengambil langkah-langkah pengamanan yang ketat dan menghindari "daerah-daerah potensial target" seperti kantor-kantor pemerintah, pangkalan NATO dan restoran-restoran.Pihak kantor Karzai dalam statemennya menyatakan bahwa dua warga AS, tiga warga Nepal dan dua warga Afghan dipastikan tewas dalam serangan bom di kantor Dyncorp Inc. Saksi mata mengungkapkan, beberapa orang lainnya, termasuk warga Afghan dan warga asing, dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka serius.Karzai dan Dubes AS untuk Afghan Zalmay Khalilzad mengaku terkejut dengan pengeboman terhadap kontraktor yang telah membantu melatih Kepolisian baru Afghan tersebut. "Serangan pengecut ini tidak akan menggoyahkan partisipasi AS dalam upaya yang masih berlangsung untuk membantu Afghanistan berdiri di atas kakinya sendiri," tegas Khalilzad. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads