Tidak Ada Aksi Militer Tandingan RI Atas Australia
Senin, 30 Agu 2004 14:27 WIB
Jakarta - Menko Polkam Ad Interim Hari Sabarno menegaskan, Indonesia tidak akan melakukan aksi militer tandingan sebagai respons kebijakan pemerintah Australia yang akan segera memiliki misil jarak jauh dalam menghadapi ancaman musuh antarnegara.Di samping tidak punya uang, jelasnya, Indonesia memiliki kebijakan persenjataan yang disesuaikan dengan tingkat ancaman."Saya sementara ini tidak mengatakan itu sebagai ancaman. Tapi perlu ada dialog dan komunikasi antara Indonesia, Australia dan negara-negara yang beradius 400 kilometer dari Australia."Demikian kata Hari yang juga Mendagri ini usai membuka acara Rakernas Program Pengembangan Kecamatan yang dihadiri oleh 400 peserta, yang 245 diantaranya para bupati di Istana Negara Jakarta, Senin (30/8/2004).Indonesia akan melakukan aksi militer tandingan dengan membeli senjata? "Ya kita tidak begitu. Kita mendesain alat-alat senjata dan keamanan dari seberapa besar ancamannya," ujarnya."Soal senjata itu urusan Australia. Apakah mau bikin rudal, misil sampai ke Eropa, ya itu urusan negara masing-masing. Cuma yang perlu dipertanyakan, (misil itu) disasarkan kemana. Apakah ada indikasi musuh yang akan menyerang negaranya. Itu juga yang harus dipertanyakan," tukas Hari.Menurut dia, Indonesia wajib mempertanyakan apakah pembelian senjata itu ditujukan ke Indonesia atau tidak. Kalau tidak, maka senjata itu dibeli pemerintah Australia hanya untuk menakut-nakuti dan tidak ditembakkan."Kalau senjata itu ditembakkan ke kutub selatan, tentu jatuhnya ke negara Eropa. Kalau ke utara, bisa saja jatuh ke negara kita. Kalau senjata itu tidak ditembakkan, ya bukan sebagai ancaman," tukas Hari.
(sss/)











































