2 Sopir Blue Bird Mogok Makan

2 Sopir Blue Bird Mogok Makan

- detikNews
Senin, 30 Agu 2004 14:21 WIB
Jakarta - Dua sopir Blue Bird melakukan aksi mogok makan di Depnaker. Mereka menuntut pesangon diberikan berdasarkan dua kali Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK).Aksi itu dimulai pukul 10.30 WIB di halaman Gedung Depnakertrans jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Senin (30/8/2004). Keduanya adalah Zulnadi (46) dan Asnir Dhany (59). Mereka tampak duduk-duduk beralaskan koran.Zul setelah 13 tahun bekerja dinyatakan oleh Blue Bird mengundurkan diri dan tidak diberikan pesangon. Sedangkan Asnir sudah pensiun selama 5 tahun setelah bekerja 23 tahun, hanya diberi pesangon Rp 7 juta.Menurut Zul, dirinya seharusnya mendapat pesangon Rp 75 juta berdasarkan dua kali peraturan menteri tenaga kerja. Sedangkan Asnir mengklaim seharusnya mendapat Rp 106 juta. Sewaktu aktif bekerja, Zul dan Asnir bermarkas di pangkalan Blue Bird jalan Ciputat Raya Jakarta Selatan.Uniknya, Zul dan Asnir malah membagi-bagikan air mineral kepada wartawan yang meliput. Namun wartawan menolak karena merasa heran. Ditanya apakah ada yang mensponsori aksi mereka, Zul menyanggahnya. "Ah, air minum ini paling sekardus hanya Rp 10 ribu," ujarnya."Saya akan mogok makan sampai mati. Tapi kami tetap akan minum air putih," kata Zul yang didampingi istrinya itu. Baik Zul dan Asnir sama-sama mengenakan kemeja seragam Blue Bird.Keduanya menuntut pembatalan keputusan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P) tentang pembagian pesangon. Mereka meminta Menakertrans Jacob Nuwa Wea untuk membuat satu putusan menteri agar dalam pengadilan P4P tidak terjadi penyuapan.Sampai kapan aksinya? "Sampai ada penyelesaian dari Bapak Menteri. Saya akan berusaha untuk bertemu Bapak Menteri. Dia sudah datang, ada di dalam, namun tinggal menunggu dia mau menerima saya atau tidak," kata Zul.Sudah pernah diskusikan masalah ini dengan Blue Bird, apa tanggapannya? "Pihak Blue Bird tidak mau bicara tentang UU. Blue Bird hanya menyesuaikan dengan keputusan P4D. Kita juga sudah menghubungi Bapak Victor selaku kepala bagian operasi. Tapi mereka tetap membisu," tukas Zul. (sss/)



Berita Terkait