Mendiknas:Ospek Salah Implementasi
Senin, 30 Agu 2004 12:40 WIB
Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional A. Malik Fadjar menilai pelaksanaan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) sering tidak sesuai dengan tujuannya. Seharusnya ospek digelar untuk mempersiapkan mahasiswa baru untuk belajar di tingkat universitas."Sebetulnya salah paham, salah pengertian, dan salah implementasi," kata mendiknas ketika dimintai tanggapan tentang pelaksanaan ospek di Universitas Hasanuddin, Makassar, yang membuat banyak mahasiswa baru trauma dan depresi.Pernyataan ini disampaikan mendiknas usai penandatanganan perjanjian pemerintah AS-RI berupa pemberian dana US$ 468 juta untuk program pendidikan, kesehatan, gizi, dan pembangunan demokrasi di kantor Menko Kesra, Jl. Medan Merdeka Barat, Senin (30/8/2004).Menurut Malik, pelaksaan ospek ini sudah menjadi otonomi masing-masing universitas. "Soal ospek itu sebetulnya sudah otonomi. Semakin otonomi kita berharap masing-masing bisa menyesuaikan dengan kondisi setempat."Dilanjutkan mendiknas, "Ospek itu kan orientasi studi pengenalan kampus. Mestinya lebih mengenalkan kepada mahasiswa baru bagaimana studi lebih lanjut di tingkat universitas, bagaimana kondisi kampus, dan pergaulan di dalam kampus sendiri."
(gtp/)











































