Menlu Perancis ke Timur Tengah untuk Bebaskan Wartawan

Menlu Perancis ke Timur Tengah untuk Bebaskan Wartawan

- detikNews
Senin, 30 Agu 2004 10:58 WIB
Jakarta - Penculikan warga asing terus terjadi di Irak. Kali ini giliran dua wartawan Perancis yang menjadi korban penculikan kelompok militan Irak. Presiden Perancis Jacques Chirac pun langsung mengirimkan Menteri Luar Negeri (Menlu)-nya ke Timur Tengah. Ini untuk mengupayakan pembebasan kedua jurnalis itu.Dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional, Chirac menyerukan pembebasan kedua warga Perancis yang disandera kelompok Tentara Islam di Irak. Kelompok tersebut menuntut pemerintah Perancis untuk menghentikan larangan jilbab di sekolah-sekolah negeri. "Semuanya telah dilakukan dan semuanya akan dilakukan dalam beberapa jam dan hari mendatang untuk memastikan itu (pembebasan) terjadi," tukas Chirac seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/8/2004). Chirac mengaku dirinya saat ini tidak memiliki informasi tambahan mengenai nasib kedua wartawan itu.Dituturkan Chirac, Menlu Michel Barnier pergi ke Timur Tengah untuk mengembangkan kontak-kontak yang diperlukan di sana dan mengkoordinasikan upaya-upaya perwakilan Perancis di tempat kejadian.Kementerian Luar Negeri Perancis menyatakan bahwa Barnier pertama-tama akan berkunjung ke Mesir sebagai upaya menegosiasikan pembebasan koresponden Radio Perancis Christian Chesnot dan Georges Malbrunot dari surat kabar Le Figaro. Keduanya menghilang sejak 20 Agustus lalu.Namun keduanya baru dipastikan diculik ketika stasiun televisi Al-Jazeera, Sabtu (28/8/2004) larut malam waktu setempat, menayangkan gambar Chesnot dan Malbrunot, beserta ultimatum dari Tentara Islam di Irak. Penculik memberi waktu 48 jam bagi Paris untuk memenuhi tuntutan mereka. Menurut mereka, aturan larangan jilbab yang diterapkan Perancis adalah "ketidakadilan dan serangan terhadap agama Islam. Demikian dilaporkan televisi satelit yang berbasis di Qatar itu mengutip sumber-sumbernya di Irak. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads