Menurut Try Sutrisno, dirinya merasa sangat kehilangan Kharis. Terlebih lagi, Kharis dinilai sebagai sosok yang sangat layak untuk dicontoh.
"Beliau merupakan seorang pejuang yang konsisten membela negara kesatuannya berdasarkan Pancasila dan UUD 45," ujar Try Sutrisno di Kalibata, Senin (20/8/2012).
Sementara itu, putra Kharis, Harry Santoso, menceritakan bagaimana sosok ayahnya itu. Meski di era dulu kondisi perekonomian dan politik tidak sebaik sekarang, Kharis masih bisa menduduki berbagai posisi penting.
"Banyak pelajaran yang dapat kita petik," jelas Harry yang mengenakan baju koko putih dan terlihat begitu sedih.
(mok/ega)











































