"Malaysia? Oh Indonesia, Salamu'alaikum," kata ulama setempat atau biasa disebut 'Ahong', Yang Xuejun ketika ditemui tim detikcom di Masjid Xin Zaizi, Kecamatan Yongning, Yinchuan, Provinsi Otonom Ningxia Hui, China, Minggu (19/8/2012).
Huruf 'A' dalam kata 'salamu'alaikum' seperti hilang. Jadi terasa agak asing di telinga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Salamu'alaikum' selalu mereka ucapkan saat bertemu dengan umat Muslim lainnya. Kemudian diiringi jabat tangan. Ibarat Minal Aizin Wal Faidzin' di Indonesia.
Sama halnya dengan masjid lain di China, Masjid Xin Zaizi didominasi ornamen khas China. Ucapan selamat Idul Fitri di kain merah pun ditulis dengan Bahasa China.
Salat Id di Yinchuan digelar pada pukul 10.00 waktu setempat (sama dengan WITA). Namun sejak pukul 07.00, masjid sudah ramai. Takbir terdengar lirih, tanpa pengeras suara dan tentu hasilnya tidak sekencang di Indonesia. Hanya terdengar dari jarak 50 meteran.
Tim detikcom hadir di masjid ini atas undangan kantor berita Xinhua dan Kedutaan Besar China untuk Indonesia. Tim detikcom juga berkesempatan hadir di Masjid Najiahu. Jarak dua masjid ini hanya sekitar 2 km.
Di Masjid Najiahu, lagi-lagi terdengar 'Salamu'alaikum' dari umat Muslim yang sebagian berasal dari etnis Hui ini. Tidak ada rangkulan atau ucapan lain seperti 'Minal Aizin Wal Faidzin'. Jabat tangan sudah cukup menjadi penanda, mereka saling memaafkan di hari penuh kemenangan ini.
(try/mok)











































