Malaysia? Oh Indonesia, Salamu'alaikum

Laporan dari China

Malaysia? Oh Indonesia, Salamu'alaikum

- detikNews
Minggu, 19 Agu 2012 17:23 WIB
Malaysia? Oh Indonesia, Salamualaikum
Yinchuan - Raut cerah menghiasi wajah umat Muslim di Yinchuan, Provinsi Otonom China, Minggu (19/8/2012). Mereka berdatangan ke masjid untuk Salat Id, memberikan donasi, dan saling bersilaturahmi. Bahkan dengan orang asing, mereka tak segan menyapa.

"Malaysia? Oh Indonesia, Salamu'alaikum," kata ulama setempat atau biasa disebut 'Ahong', Yang Xuejun ketika ditemui tim detikcom di Masjid Xin Zaizi, Kecamatan Yongning, Yinchuan, Provinsi Otonom Ningxia Hui, China, Minggu (19/8/2012).

Huruf 'A' dalam kata 'salamu'alaikum' seperti hilang. Jadi terasa agak asing di telinga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat tim detikcom, membalas salam itu, mereka sangat bahagia dan antusias bercerita. Tapi sayang karena kendala bahasa (mereka hanya bisa bahasa China), makna itu hanya tertangkap melalui ekspresi dan gerak tubuh. Setelah dua guide dari kantor berita Xinhua menerjemahkan, baru ketahuan apa yang mereka sampaikan.

'Salamu'alaikum' selalu mereka ucapkan saat bertemu dengan umat Muslim lainnya. Kemudian diiringi jabat tangan. Ibarat Minal Aizin Wal Faidzin' di Indonesia.

Sama halnya dengan masjid lain di China, Masjid Xin Zaizi didominasi ornamen khas China. Ucapan selamat Idul Fitri di kain merah pun ditulis dengan Bahasa China.

Salat Id di Yinchuan digelar pada pukul 10.00 waktu setempat (sama dengan WITA). Namun sejak pukul 07.00, masjid sudah ramai. Takbir terdengar lirih, tanpa pengeras suara dan tentu hasilnya tidak sekencang di Indonesia. Hanya terdengar dari jarak 50 meteran.

Tim detikcom hadir di masjid ini atas undangan kantor berita Xinhua dan Kedutaan Besar China untuk Indonesia. Tim detikcom juga berkesempatan hadir di Masjid Najiahu. Jarak dua masjid ini hanya sekitar 2 km.

Di Masjid Najiahu, lagi-lagi terdengar 'Salamu'alaikum' dari umat Muslim yang sebagian berasal dari etnis Hui ini. Tidak ada rangkulan atau ucapan lain seperti 'Minal Aizin Wal Faidzin'. Jabat tangan sudah cukup menjadi penanda, mereka saling memaafkan di hari penuh kemenangan ini.


(try/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads