Di Hadapan SBY, Khatib Salat Id Bicara Soal Moral Bangsa

Di Hadapan SBY, Khatib Salat Id Bicara Soal Moral Bangsa

- detikNews
Minggu, 19 Agu 2012 09:36 WIB
Di Hadapan SBY, Khatib Salat Id Bicara Soal Moral Bangsa
Jakarta - Persoalan moral bangsa menjadi persoalan yang sangat penting dan menentukan. Sebab kebesaran dan kekokohan bangsa terletak pada akhlak dan moral bangsanya.

Demikian disampaikan Khatib Sholat Id Masjid Istiqlal, Prof DR H Muhibbin MA, Minggu (19/8/2012).

"Selama moral suatu bangsa itu tinggi dan mulia serta terjaga dengan baik, maka bangsa tersebut akan tetap koko, disegani dan mulia di mata bangsa lain," papar rektor IAIN Wali Songo Semarang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi sebaliknya, lanjut Muhibbin, kalau akhlak tidak lagi diindahkan dan kerusakan telah merebak dimana-mana maka akan lemah dan bahkan hancurlah bangsa tersebut.

"Kita semuanya tahu bahwa Rasullah Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT kepada umat ini dengan fungsi utamanya untuk menyelamatkan dan memperbaiki akhlak mereka," tuturnya.

Muhibbin juga menyampaikan hikmah puasa. Satu bulan lamanya umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan segala romantikanya, menaruh harapan akan menjadi manusia yang luhur. Yakni manusia suci dan mempunyai sifat terpuji. Dengan menjalani ibadah puasa didasari iman yang benar dan kokoh, tentunya tidak ada satupun tujuan dan pengharapan selain keridlaan Allah SWT semata.

Umat Islam, lanjutnya, harus menunjukkan kepada siapapun juga bawah puasa Ramadhan yang dilaksanakan telah benar-benar memberikan dampak positif. Yakni dengan menjadi pribadi yang taqwa dan terhiasi oleh sifat-sifat yang terpuji seperti taat hukum, sabar, tabah, tangguh, berdisiplin tinggi, kreatif, mempunyai etos kerja tinggi, peka terhadap lingkungam, berbudi luhur baik, santun dan jauh dari sifat sombong, suka pamer, hidup dehonis serta sifat jelek lainnya.

"Hikmah puasa sangat luar biasa dan menguntungkan bagi umat manusia. Salah satu hikmah puasa adalah bahwa dengannya akan diperoleh sifat baik dan kasih kepada umat manusia," ucap Muhibbin.

(/)


Berita Terkait