Seperti tahanan lainnya, Syarifudin datang mengenakan setelan baju muslim berwarna putih, celana bahan putih serta peci putih. Dengan jenggot tipisnya, kepada detikcom ia menceritakan kisahnya selama 1 tahun mendekam di LP.
"Saya masuk di sini karena kasus narkoba. Sudah setahun lebih di sini dan Alhamdulillah saya sekarang ikut bantu di masjid ini, kembali ke jalan Allah," ujar Syarifudin, Minggu (19/8/2012) di LP Cipinang, Jl Raya Bekasi Timur, Cipinang, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya karena narkoba. Itu ada babe, dia dulu mutilasi 9 bayi. Ya di sini kita sama-sama manusia, kita saling menghargai mereka. Karena manusia tak lepas dari khilaf. Asal bisa mendekatkan diri kepada Allah," terang Syarifudin.
Selama satu tahun ditahan, Syarifudin mempelajari masalah agama dengan tekun. Ia membantu menjaga masjid dan sering mengikuti kegiatan keagamaan di sana.
"Alhamdulillah mas. Di sini saya mendapat ketenangan hati. Masjid di sini memang luar biasa, bahkan Ustad yang datang sampai bilang wah ini masjid seperti pesantren ini," jelasnya.
Di hari raya Idul Fitri, para narapidana kembali mendapat kesempatan khusus untuk dikunjungi pihak keluarga. Mereka di fasilitasi oleh petugas untuk merayakan lebaran bersama di dalam LP. Namun tidak dengan Syarifudin.
"Ya saya sama teman-teman saja. Sebetulnya keluarga saya enggak ada yang tahu kalau saya sudah di sini. Atau mungkin sudah tahu tapi saya belum pernah dikunjungi selama ini," tutupnya sambil terisak.
(dhu/tor)










































