Salah satu pemotor yang mengalami macet adalah Ronny. Dia hendak mudik ke Lampung dari Tangerang. Ronny memulai perjalanan mengendarai motor kesayangannya Jumat (17/8) pukul 17.00 sore hari.
"Saya berangkat dari Tangerang menuju Pelabuhah Merak dengan sepeda motor tujuan Lampung," tuturnya, Sabtu (18/8/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu pun harus antri lagi untuk masuk ke dalam kapal, karena pemudik yang sangat banyak sekali," ujarnya.
Ronny bisa masuk kapal setelah mengantri selama kurang lebih empat jam. Dia naik kapal Sabtu (18/8) pukul 03.25 WIB, sedangkan kapal berangkat pukul 04.00 WIB. Ronny akhirnya menjejakkan kaki di tanah Lampung pukul 06.00 WIB dan tiba di kampung halamannya Lampung Utara pukul 13.15 WIB.
"Seharusnya hari biasa saya hanya membutuhkan waktu 11 jam. Namun di mudik tahun 2012 ini saya membutuhkan waktu 20 jam," katanya.
Kisah mudik Ronny tak jauh berbeda dengan yang dialami Ance yang mudik menuju Banjarnegara dari Jakarta. Ance mengendarai motor bersama satu orang temannya harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 25 jam untuk tiba di kampung halaman.
Ance berangkat Jumat (17/8) pukul 13.00 WIB. Maksud hatinya melewati jalur selatan untuk menghindari kemacetan di Pantura. Namun di jalur selatan dia juga menemui beberapa titik macet. "Kemacetan kita temui dari Cibiru sampai Nagreg dan Limbangan yang mengalami kemacetan yang sangat parah," terangnya.
Ance akhirnya tiba di kampung halaman Sabtu (18/8) pukul 14.00 WIB. Meski letih, dia merasa gembira dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
"Walaupun macet yang sangat menyiksa tenaga dan waktu, namun itu adalah seni daripada mudik lebaran," ungkapnya.
(tor/tor)











































