Selain kemacetan, para pemudik yang melintasi jalur pantai utara (Pantura) juga menghadapi masalah lain. Kelangkaan bensin di jalur itu menyulitkan pemudik yang membawa kendaraan pribadi untuk mengisi bahan bakar. Memang ada yang menjual bensin eceran yang dikemas dalam botol air mineral. Namun harganya sangat mahal, mencapai Rp 25 ribu per liternya.
Salah satu pemudik yang terjebak macet di daerah Subang, Jawa Barat, adalah Szasza Hervanovriza (23). Szasza hendak pulang ke kampung halamannya di Solo. Namun perjalanannya terhambat oleh macetnya jalanan. Dia bersama 4 orang anggota keluarganya yang mengendarai mobil pribadi, terjebak macet selama berjam-jam di daerah Subang, Jawa Barat.
"Dari jam setengah 6 sampai 11 an masih terjebak di daerah Subang. Terus merayap lagi. Nggak ada polisi yang mengatur," kata Szasza saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/8/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena stok bensin di SPBU sepanjang Pantura kosong semua, jadi mau nggak mau deh beli gituan," ujarnya.
Kemacetan di daerah itu terhitung parah. Kendaraan tak bergerak selama berjam-jam. Bahkan untuk membunuh rasa bosan, Szasza sempat keluar dari mobil dan mengobrol dengan pemudik lainnya yang juga keluar dari kendaraannya.
Szasza bersama keluarganya berangkat dari Jakarta pada Jumat (17/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Terjebak selama 31 jam dalam kemacetan, Szasza baru bisa merasakan lancarnya jalanan selepas Tegal, Jawa Tengah. (tor/tor)










































