Awalnya, petugas lapas menemukan bong di Blok C 2 lapas ini, Jumat (17/8) kemarin. Saat diperiksa, seluruh napi yang ada di blok itu tidak ada yang mengakui.
Pihak Lapas pun mengundang BNN untuk melakukan tes urin kepada seluruh napi pada pukul 10.00 WIB, Sabtu (18/8/2012) tadi. Awalnya proses tersebut berlangsung lancar. Namun pada pukul 14.00 WIB, situasi mulai tidak kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, unjuk rasa itu berlangsung rusuh. Napi menjebol salah satu pagar di dalam Lapas. Pintu juga dirusak.
BNN sendiri bukannya tidak ingin melakukan tes kepada seluruh napi. "Karena alatnya belum datang seluruhnya," lanjut Mukson.
Karena kondisi semakin tidak kondusif, pihak kepolisian pun menambah personel keamanan. Anggota Brimob, Reserse hingga Sabhara dipanggil masuk.
Polisi kemudian mengajak napi yang dianggap berpengaruh di lapas itu untuk membantu ikut menenangkan. "Pukul 16.00 WIB, kondisi kembali normal," tegasnya.
Mukson sendiri memastikan tidak ada korban jiwa serta kerusakan yang berarti dalam peristiwa ini. Ia juga belum tahu kapan lagi akan diadakan tes urin.
(mok/ndr)











































