Para nelayan ini baru 2 pekan lalu berangkat melaut ke tengah perarian. Dan diperkirakan baru pulang pada 2 pekan setelah musim lebaran.
"Iya mas, mereka baru berangkat berlayar pada pertengahan puasa. Padahal untuk dapat target penangkapan untuk jenis cantrang atau dogolan memerlukan waktu 40 hari di laut. Ya terpaksa keluraga mereka tidak bisa menikmati lebaran karena ayah atau suami mereka saat ini berada di tengah laut," ucap Isnaneni (36) warga perkampungan belayan Kelurahan Muarareja Kota Tegal, Sabtu (18/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhardjo (42), dari perkumpulan nelayan LAYUR Desa Suradadi kabupaten Tegal, menuturkan, keberangkatan nelayan kawasan tersebut menjelang lebaran beberapa hari lalu akibat cuaca yang tidak menentu.
"Seharusnya sesuai jadwal kalendar penagkapan ikan. Bulan ini adalah bulan untuk masa panen dan istirahat. Namun karena cuaca baru membaik pekan lalu, maka nelayan kawasan ini terpaksa berangkat melaut meski mendekati lebaran. Karena sudah lama mereka menganggur akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk. Akibatnya saat lebaran mereka ada di laut dan tidak bisa merayakan lebaran bersama keluarga," ucap Suhardjo.
Hal senada juga di kemukakan oleh Ediyanto (35). Menurut Edi, akibat kepala keluarga tidak ada di tempat, maka istri dan anak-anak nelayan di kawasan tersebut terpaksa tidak bisa merayakan lebaran karena tidak punya bekal untuk merayakan lebaran.
(/)










































