“Bakalan berlebaran gelap gulita di Manado, kalau setiap hari terjadi pemadaman,” ujar sejumlah warga kepada detikcom, Jumat (17/8/2012).
Menurut warga, seharusnya PLN bisa jujur dengan alasan pemadaman yang sering dilakukan, karena setiap pengaduan yang disampaikan pemadaman dikarenakan adanya kerusakan mesin pembangkit dan faktor alam.
“Kami bosan mendengar penjelasan yang itu-itu saja, tapi disaat kami menunggak sebulan saja, meteran listrik langsung digunting. Kami yang selalu jadi korban,” jelas warga lagi.
General Manager PLN Wilayah Suluttenggo Santoso Januarsono ketika dihubungi enggan memberikan konfirmasi tentang keluhan warga. “Silahkan hubungi Manager Area Manado saja,” singkatnya.
Sementara Deputi Manager Komunikasi dan Hukum PLN Suluttenggo, Lefrand Maleke saat bertemu wartawan mengungkap PLN tidak melakukan pemadaman listrik karena sedang surplus daya. Dimana, daya mampu listrik PLN Wilayah Suluttenggo mencapai 220 megawatt (MW), sementara beban puncak hanya 190 MW.
“Sekarang ini kita kelebihan daya sebesar 41 MW. Pemadaman bergilir akan terjadi apabila supply pemasukan kurang. Pemadamannya mungkin karena gangguan,” bantahnya.
Selain itu, katanya, pemadaman juga dikarenakan adanya pemeliharaan pada pembangkit serta jaringan dengan melakukan pemangkasan pohon yang mengenai jaringan.
“Namanya gangguan setiap saat bisa saja terjadi dan tidak akan terdeteksi. Tapi kami berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada warga,” tandas Maleke.
(/)











































