Semangat Merah Putih di Athena

HUT RI ke-67

Semangat Merah Putih di Athena

- detikNews
Jumat, 17 Agu 2012 15:12 WIB
Athena - Berbagai tantangan tak menyurutkan keinginan sekitar 100 warga Indonesia di Yunani untuk menghadiri upacara bendera oleh KBRI Athena di Wisma Duta dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebagian besar dari mereka, yang umumnya Penata Laksana Rumah Tangga, saat ini sedang berada di pulau mengikuti majikan berlibur. Namun karena semangat merah putih yang membara, mereka bersedia menempuh sekitar 3-6 jam perjalanan mengarungi lautan untuk mengikuti upacara dan kemudian kembali lagi ke pulau.

Jumlah sebanyak itu tidak terduga, mengingat upacara bendera hanya berjarak dua hari dengan Hari Raya Idul Fitri yang rencananya jatuh pada 19/8/2012 dan juga akan dilaksanakan di Wisma Duta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena pekerjaannya, mereka cenderung mengalami kesulitan untuk meminta ijin selama dua hari berturut-turut," demikian Sekretaris I KBRI Athena Jani Mediawati Sasanti kepada detikcom hari ini, Jumat (17/8/2012).

Di bawah terik musim panas, peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini bertepatan dengan saat umat muslim menjalankan ibadah puasa. Suasana khidmat mencapai puncaknya ketika tiga pelajar anggota pasukan pengibar bendera menaikkan bendera merah putih diiringi lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta upacara. Tampak beberapa peserta menitikkan air mata tak kuasa menahan keharuan.

Dalam sambutannya, KUAI KBRI Athena Abdul Fatah Zainal menghimbau para warga di wilayah akreditasi KBRI Athena, sebagai salah satu roda penggerak pembangunan bangsa, agar dapat berperan dalam mendukung program pembangunan pemerintah, sehingga diharapkan hasil-hasilnya akan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, juga keluarga mereka di tanah air.

"Walaupun situasi dan kondisi di Yunani saat ini tengah dalam kondisi sulit, namun diharapkan agar warga Indonesia di Yunani tidak putus harapan dengan kondisi ini," ujar KUAI.

Menurut KUAI, krisis ekonomi yang melanda Yunani sangat berdampak besar tidak hanya bagi penduduk Yunani, namun juga bagi para pendatang termasuk masyarakat Indonesia, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya dampak penurunan penghasilan.

Namun demikian, lanjut KUAI, kegigihan dan kerja keras yang merupakan karakter masyarakat Indonesia di perantauan, akan dapat membantu mengatasi kondisi ini dengan cara berkreasi dan berinisiatif untuk mencari atau menciptakan peluang baik di Yunani maupun di kampung halaman.

"Hal itu juga merupakan salah satu kontribusi untuk kemajuan pembangunan Indonesia," pungkas KUAI.

Sesuai dengan tema peringatan tahun ini, KUAI mengingatkan peserta upacara untuk tidak segera berpuas diri dan hendaknya tiada henti terus bekerja keras menyingsingkan lengan baju baik untuk diri sendiri maupun bagi pembangunan bangsa dalam membantu meningkatkan pemerataan hasil-hasil pembangunan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Halaman Wisma Duta sebagai lokasi upacara marak dihiasi oleh nuansa merah putih. Para ibu dan warga masyarakat mengenakan busana nasional untuk menunjukkan rasa bangga mereka sebagai Warga Negara Indonesia dan sebagai persiapan untuk menghadapi lomba berbusana terbaik yang setiap tahun selalu diadakan oleh KBRI.

Seusai upacara, para peserta tidak langsung pulang namun sempat bersilaturahmi di dalam Wisma Duta dan menyaksikan acara pemberian hadiah bagi peserta upacara berbusana terbaik. Mereka juga mendapat bingkisan untuk berbuka puasa yang berisi kurma, minuman dan aneka jajanan pasar untuk dibawa pulang. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads