Koalisi Kerakyatan Embrio Orba

Sutjipto:

Koalisi Kerakyatan Embrio Orba

- detikNews
Minggu, 29 Agu 2004 12:02 WIB
Jakarta - Sekjen PDIP, Sutjipto menilai Koalisi Kerakyatan yang muncul sebagai respon berdirinya Koalisi Kebangsaan sebagai embrio deparpolisasi. Menurut Sutjipto, jika upaya meniadakan peran partai politik dibiarkan maka tradisi partai politik di jaman Orde Baru akan hidup kembali. Maksud tokoh politik asal Surabaya itu adalah tradisi dimana parpol hanya sebagai hiasan tanpa kekuatan mengontrol pemerintahan. "Kalau itu sebagai prolog deparpolisasi, maka akan terulang kehidupan politik pada jaman Orde Baru dimana partai politik hanya jadi ornamen, pelengkap legalitas kekuasaan supaya kelihatan demokratis," kata Sujtipto usai acara gerak jalan memperingati Proklamator Bung Karno di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu (29/8/2004).Sutjipto menjelaskan, Koalisi Kerakyatan merupakan gejala anti-partai politik. Diyakininya, tidak bisa dipandang sembarangan bahwa kemunculan Koalisi Kerakyatan berpotensi membawa Indonesia kepada kondisi di jaman Orde Baru."Kalau itu yang dimaui ya silakan," kata Sutjipto. Koalisi Kerakyatan dibentuk untuk menandingi keberadaan Koalisi Kebangsaan. Sebanyak 99 Ormas mendeklarasikan Koalisi Kerakyatan untuk memenangkan SBY-Kalla. Siapa saja mereka? Ada tukang ojek, ada sopir bajaj, ada tukang ikan, ada...Deklarasi ditandai dengan penekenan piagam Koalisi Kerakyatan oleh perwakilan 99 Ormas di Hall A Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8/2004).Acara disaksikan cawapres Jusuf Kalla. Turut hadir antara lain Ketua Umum DPP Partai Demokrat Subur Budisantoso, Samuel Koto (PAN), Jumhur Hidayat (PSI), Egi Sujana (PPP), dan Manajer Persija IGK Manila.Nama-nama Ormas yang menyatakan dukungan kepada SBY-Kalla cukup unik. Antara lain Komunitas Sopir PPD, Kumpulan Sopir Bajaj, Komunitas Sopir Metromini, Paguyuban Pedagang VCD Glodok, Ikatan Pedagang Ikan Hias Jakarta, Kumpulan Pedagang Asongan, Perkumpulan Pengojek Kemayoran, Serikat Buruh Tangerang, Kelompok Nelayan Marunda, Persatuan Ojek Manggarai, dan Asosiasi Perias Pengantin Tradisional. (tis/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads