"Statement Beliau mengenai masalah ketenagakerjaan bagaimana menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan, saya punya data yang agak berbeda. Data saya dapat dari BPS (Badan Pusat Statistik)
langsung," ujar anggota komisi IX, Rieke Diah Pitaloka usai menghadiri pidato kenegaraan SBY dalam sidang paripurna DPR dan DPD di Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Data yang dimaksud itu bahwa rumah tangga miskin yang tadinya digunakan sebagai data Jamkesmas disebutkan dalam pidato Presiden sekitar 19,1 juta rumah tangga miskin. Namun, data BPS terakhir mengatakan rumah tangga miskin ini jumlahnya 25,1 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, kata Rieke, Presiden mengatakan peduli terhadap upah buruh dan sebagainya tetapi kenyataanya Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 13 tahun 2012 mengenai komponen hidup layak itu untuk buruh lajang, bukan untuk buruh rumah tangga.
"Jadi ketika survei dilakukan tahun ini maka akan rendah, Beliau mengatakan peduli terhadap ketenagakerjaan. Tetapi terhadap enam isu utama yang disoroti Beliau termasuk masalah investasi sama sekali tidak menyinggung dampak investasi terhadap ketenagakerjaan kita," ungkapnya.
(bal/aan)











































