Wasekjen PBNU: Warga NU Arab Saudi Tidak Golput
Minggu, 29 Agu 2004 00:02 WIB
Jakarta - Pemilu presiden putaran pertama diwarnai oleh adanya sikap sebagian masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput, terutama di wilayah Jeddah, Makkah dan sekitarnya. Terkait dengan itu, menghadapi pemilu preside putaran kedua pada 20 September mendatang, dilakukan kegiatan sosialisasi oleh Pengurus Cabang Istimewa NU Arab Saudi dan Konsulat Jenderal RI serta PPLN Jeddah. "Warga NU di Arab Saudi tidak boleh golput, semuanya harus tetap datangke TPS pada tanggal 20 September mendatang, dan menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani," H. Hilmi Muhammadiyah, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU.Hilmi, yang berbicara di depan warga nahdliyin pada acara rutin hataman Qur'an di salah satu kediaman warga NU di Jeddah, Jum'at (27/08/2004), menyatakan memilih itu sangat penting."Betapapun pentingnya tugas anda pada hari H itu, kiranya Saudara meluangkan waktu untuk datang ke TPS cukup lima menit saja dalam bilik, tapi selama lima tahun ke depan pilihan anda sangat berharga, untukmembangun pilar-pilar demokrasi dan menata kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya. Perlu diketahui mayoritas WNI di Arab Saudi berasal dari pulau Jawa yang masih mengikuti pandangan tokoh-tokohnya terutama di kalanganTKI warga nahdliyin. Jadi dikhawatirkan nantinya banyak yang golput,pasalnya calon terpilih tak satu pun dari jagoan mereka yang masukputaran kedua."Saya tadinya jagokan pasangan lain, tapi ya ngga masuk, makanya mau golput, karena mendengar penjelasan Wasekjen NU tadi, ya saya tidak akan golput," begitu pengakuan Abd. Rahman warga Madura yang ikut acara tersebut.
(gtp/)











































