"Pidato kenegaraan itu sebagai harapan seorang presiden yang sayangnya tidak bisa diterjemahkan oleh aparatur di bawah. Dia (aparatur negara) yang harusnya dioptimalkan dengan baik," ujar Tjahjo Kumolo usai mendengarkan pidato kenegaraan presiden di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis(16/8/2012).
Menurutnya, ada hal-hal yang seharusnya tidak perlu direspon, justru direspon. Tetapi apa yang seharusnya beliau tekankan, kenapa bisa difolow-up dengan baik oleh masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu hal ini menurut Tjahjo menimbulkan permasalahan. Seorang presiden yang mengharapkan para penegak hukum harus sinkron nyatanya tidak sinkron.
"Sudah disampaikan bahwa pembangunan infrastruktur diutamakan, toh belum dilakukan secara optimal. Saya kira perlu ada sebuah perubahan dan kebangkitan baru pada reformasi birokrasi, harusnya ini optimal diwujudkan," kata Tjahjo.
"Kalau tidak ada reformasi birokrasi yang optimal, akan sangat sulit mewujudkan tujuan pemerintah yang detail tadi," imbuhnya.
(bal/ndr)










































