Pengamat LIPI: Langkah PAN Bersikap Netral Sudah Tepat
Sabtu, 28 Agu 2004 22:19 WIB
Jakarta - Sikap netral Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pemilu presiden putaran kedua kembali mendapat apresiasi. Menurut pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro langkah ini sudah tepat. Namun begitu langkah ini tidak serta merta mengangkat citra PAN."Untuk jangka pendek sampai pilpres 20 September apa yang diputuskan PAN sudah tepat. Keputusan itu sudah mengakomodir kepentingan arus bawah. Tapi apakah akan berdampak positif dalam jangka panjang saya belum bisa meramalkan," kata Siti Zuhro di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Sabtu (28/8/2004).Ketika disinggung, apakah sikap PAN ini akan menguntungkan salah satu kandidat baik SBY-JK maupun Mega-Hasyim, Siti Zuhro menampiknya. "Kok saya melihat tidak akan menguntungkan siapa-siap ya. Karena sikap netralnya PAN ini cenderung kearah golput. Kan tidak ada pengalihan suara dari PAN ke SBY atau ke Mega," ujarnya.Dalam pandangan Siti Zuhro, karakteristik massa konstituen partai berlambang matahari yang cukup rasional dan cerdas mengisyaratkan bahwa mereka akan sulit diarahkan untuk mendukung salah satu kandidat dan bahkan cenderung golput karena merasa tidak cocok."Jadi memang tidak menguntungkan jika PAN kemudian rame-rame ikut dalam berbagai koalisi itu. Apalagi koalisi yang dibentuk sekarang ini juga masih dipertanyakan keefektifannya," ujarnya.Menyangkut citra PAN, Siti Zuhro menyebutkan saat ini kelemahan utama partai ini adalah tidak bisa sampai ke akar rumput. "Yang tahu Pak Amien hanya orang-orang seperti anda (wartawan-red), sedangkan tukang becak dan petani banyak yang nggak tahu."Jadi, lanjut Siti Zuhro, ke depan PAN harus bisa turun ke akar rumput. "Mungkin dengan mengambil langkah netral dan opisisi PAN bisa mengkonsolidasikan diri dan membangun komunikasi politik ke bawah yang lebih baik."
(gtp/)











































