Kunjungi Riau, Mega Berharap Bukan Kunjungan Terakhir
Sabtu, 28 Agu 2004 22:00 WIB
Pekanbaru - Presiden Megawati melakukan kunjungan kerja ke Riau, dan ia berharap agar agar kunjungannya itu bukan yang terakhir. Dia masih ingin bertemu kembali dengan masyarakat Riau atau masyarakat lainnya. Berharap terpilih lagi, maksudnya.Harapan itu disampaikan Mega di hadapan ribuan masyarakat petani di Riau, Sabtu (29/08/2004), pada acara peresmian berbagai kegiatan pembangunan perkebunan di Riau di halaman Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.Dalam akhir pidato politiknya di Riau, Mega masih berharap untuk bisa bertemu dalam acara kunjungan kerja lainnya. "Semoga kunjungan kerja ini bukan yang terakhir. Saya masih ingin bertemu kembali dengan masyarakat Riau atau daerah lainnya," ujar Mega sembari tersenyum.Ungkapan yang seakan meminta dukungan itu, tidak mendapat sambutan hangat. Ribuan warga yang duduk di halaman kantor gubernur hanya terdiam.Menurut Mega, dengan semakin dekatnya waktu pilpres putara kedua nanti, diharapkan seluruh masyarakat dapat menyukseskan jalannya pemilihan presiden nanti. Masyarakat juga diminta untuk menjaga keamanan dan ketertiban secara bersama."Saya ucapakan terima kasih kepada masyarakat Riau khususnya dan masyarakat di Indonesia yang telah mensukseskan jalannya pemilu," kata Mega.Pelaksanaan pemilu di Indonesia, kata Mega, sudah berjalan dengan baik dan sangat demokrasi. Sejumlah negara tetangga juga menyambut baik jalannya proses demokrasi tersebut."Beberapa negara tetangga berbicara kepada saya, bahwa pelaksaan demokrasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik. Kondisi seperti ini harus tetap kita pertahannya, dengan harapan investor dari berbagai negara bisa menanamkan investiasnya di Indonesia. Hal itu bisa berjalan, bila memang sistim demokrasi kita berjalan dengan baik," katanya.Dengan iklim demokrasi yang berjalan baik, menurut Mega sejumlah investor dari berbagai negara berencana akan menanamkan investasinya. Dari hasil perbincangan dengan sejumlah investor luar negeri itu, diperkirakan pada tahun 2005 penanaman investasi di Indonesia bisa terealisasi.Sedangkan masalah perkebunan kelapa sawit, menurut Mega, selama ini Indonesia yang memiliki alamnya yang subur perkembangan kelapa sawit masih tertinggal dengan negara tetangga Malaysia. Ketika pernah berkunjung ke negara tetangga ini, Mega melihat perkembangan usaha perkebunan kelapa sawit di Malaysia tertata dengan baik. Segela infrastruktur yang mendukung perkebunan itu semuanya tersedia di Malayasi."Waktu itu saya heran, kok negara kita yang subur dan luas ini perkebunan kelapa sawitnya masih kalah dengan Malaysia. Karena itulah, saya berkeinginan agar perkebunan kelapa sawit di negara kita ini bisa lebih maju dari negara tetanggan kita itu," katanya.Dengan luasnya perkebunan kelapa sawit yang ada di Riau, menurut Mega hal itu harus segera dibarengi dengan fasilitas infrastruktur, seperti pelabuhan tempat penampungan kelapa sawit."Untuk perluasan kebun sawit serta fasilitas lainnya, maka kota Dumai akan kita jadikan pelabuhan yang bisa menampung hasil perkebunan sawit tadi," kata Mega.
(gtp/)











































