Kalla: Koalisi Kerakyatan Lebih Dahsyat dari Kebangsaan

Kalla: Koalisi Kerakyatan Lebih Dahsyat dari Kebangsaan

- detikNews
Sabtu, 28 Agu 2004 19:50 WIB
Jakarta - Cawapres Jusuf Kalla sangat percaya diri. Dia mengklaim Koalisi Kerakyatan lebih dahsyat dari pada Koalisi Kebangsaan. Dia pun menargetkan 60 persen suara untuk SBY-Kalla pada Pilpres putaran dua."Koalisi kerakyatan lebih dahsyat koalisi kebangsaan. Ormas-ormas yang tergabung dalam Koalisi Kerakyatan memiliki massa yang lebih riil dibanding parpol. Memang mesin politiknya kecil, tapi banyak, jadi kenceng juga larinya."Demikian ujar Kalla dalam jumpa pers usai pendeklarasian Koalisi Kerakyatan oleh 99 Ormas di Hall A Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8/2004)."Saya yakin koalisi mampu mendongkrak perolehan suara hingga meraih 60 persen suara pada 20 September 2004," katanya.Berkaca pada hasil Pilpres putaran pertama, Kalla berpendapat, massa sudah sangat otonom dalam menentukan pilihan, sehingga tidak lagi terikat pada kebijakan partai maupun tokoh partai.Kalla mengaku belum ada rencana untuk mengkonkretkan parpol-parpol pendukung dalam suatu koalisi. Meskipun empat parpol sudah resmi mendukung, yakni Partai Demokrat, PBB, PKPI, dan PKS. Ditambah lagi dukungan dari PSI."Saya berterima kasih dan menghargai dukungan para Ormas yang mencerminkan semangat perubahan dan perbaikan. Satu-satunya jalan perubahan adalah mengubah pemerintahan. Keinginan rakyat untuk perubahan tidak dapat dihalangi oleh siapapun," serunya.Kalla tampak tertawa kecil saat menanggapi pernyataan rivalnya, cawapres Hasyim Muzadi, yang menilai SBY-Kalla bagian dari Orba karena terlibat dalam pemerintahan sejak Orba, dan mendapat keuntungan usaha di zaman Orba, serta tidak ada prestasi dalam perubahan."Kalau semua yang hidup mulai era 70-an sampai sekarang dianggap Orba, tentu Pak Muzadi juga Orba. Jadi saya pikir tidak perlu ditanggapi lebih lanjut," tukasnya terkekeh-kekeh. (sss/)


Berita Terkait