Bosan Nunggu SBY, Massa Deklarasi Serbu Jajanan Gratis
Sabtu, 28 Agu 2004 17:35 WIB
Jakarta - Dua jam menunggu SBY rupanya membuat massa jenuh. Cari-cari pelampiasan, akhirnya para pedagang makanan yang disewa panitia acara pun diserbu secara anarkis.Ribuan orang itu menghadiri acara Deklarasi Koalisi Kerakyatan di Hall A Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, sejak pukul 15.00 WIB, Sabtu (28/8/2004).Acara dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WIB. Namun hingga pukul 17.00 WIB, acara tak kunjung dimulai, SBY pun tidak kelihatan. Massa kemudian dilatih meneriakkan yel-yel oleh panitia.Usai berlatih, massa yang datang dari Jabodetabek itu kehausan. Mereka menyerbu meja penerima tamu di pintu masuk untuk minta air mineral. begitu diberi, massa berebutan air mineral.Entah dikomando siapa, massa yang tidak sabaran kemudian menyerbu puluhan gerobak makanan dan minuman di lapangan depan Hall A. Seperti mie ayam, baso, somay, sate, bakpao, kerak telor dan lainnya."Panitia sudah melunasi dagangan untuk 100 porsi. Jadi bagi yang mau, tinggal ambil saja, gratis kok. Tapi ordernya setelah acara deklarasi," kata Sani, pedagang mie ayam.Sani dan pedagang lainnya pun kewalahan meladeni massa. Sebab mereka belum mempersiapkan dagangan karena acara deklarasi boro-boro sudah selesai, dimulai pun belum.Tapi karena tidak kuasa melawan serbuan massa, pedagang tukang sate pun terpaksa membakar arang, pedagang mie ayam pun menyetel kompor merebus air, penjual es pun menyiapkan adonan ke gelas.Massa yang kelaparan tampak tidak sabar, mereka segera beralih menyerbu gerobak bakpao. Sang pedagang buru-buru menjelaskan kalau dagangannya harus dipanaskan dulu. Namun massa langsung mengoyang-goyang gerobak bakpao.Sang pedagang pun pasrah dan segera keluar dari kerumunan massa. Massa pun dengan anarkis berebutan bakpao dingin. "Moga-moga gerobaknya kagak ambruk," tukas pedagang bakpao sambil geleng-geleng melihat dagangannya ludes.Pedagang somay pun kelabakan meladeni massa. Pasalnya massa lebih aktif melayani diri sendiri. Tidak puas sampai di situ, pedagang kerak telor yang baru masuk arena pun diserbu hingga nyaris hilang keseimbangan menahan pikulannya. Padahal telur-telurnya masih mentah, masaknya pun pakai arang, dan boro-boro arangnya sudah dibakar.Tindakan massa yang anarkis tidak sampai di situ. Stoples-stoples berisi bawang goreng pun diserbu. Massa meraup lahap-lahap bawang goreng itu dengan berebutan.Pedagang ketoprak tampak apes. Ketupatnya diambil begitu saja oleh massa. Walhasil, dagangannya nanti pun tanpa ketupat. Nasib buruk juga menimpa pedagang sate padang. Massa membawa kabur ketupat dan sate yang belum dibakar. Sedangkan massa yang telat, berusaha mengais-ngais bumbunya.Pedagang sate ayam dan kambing juga cuma bisa pasrah melihat dagangannya yang masih mentah disikat massa. Demikian juga pedagang gorengan. Massa kemudian bergotong royong membakar daging dan menggoreng tempe. Begitu matang, massa berebut tak karuan. Ala mak!
(sss/)











































