"Hampir semua (calon presiden 2014) pernah ikut konvensi Partai Golkar (tahun 2003). Dan ya siapa yang menang saat itu?" ujar Wiranto sambil tersenyum saat ditanya peluang dirinya sebagai capres 2014.
Hal itu disampaikan saat berbincang dengan wartawan di kantor DPP Hanura, Jalan Tanjung Karang, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2014) malam.
Sebagai catatan, konvensi Partai Golkar tahun 2003 saat itu dimenangi oleh Wiranto sebagai calon presiden 2004, setelah mengalahkan beberapa tokoh Partai Golkar. Wiranto kemudian maju sebagai capres 2004 berpasangan dengan Salahuddin Wahid, meski tak lolos karena berada di urutan ketiga.
Menurutnya, dari fakta dan catatan sejarah itu, ia memiliki optimisme bahwa perhelatan pemilihan presiden tahun 2014 seolah mengulangi konvensi Golkar beberapa tahun yang lalu. Wiranto optimis sebagaimana optimismenya ketika mengalahkan tokoh-tokoh Golkar dalam konvensi saat itu.
"Saat itu kan ada Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Surya Paloh, Prabowo, Sultan Hamengkubuwono X, Akbar Tanjung dan Nurcholish Madjid. Itu dua tahun pertandingan yang melelahkan," tutur Wiranto bangga.
Ia menuturkan, nama-nama dalam konvensi Partai Golkar itu yang kemudian menurutnya tak akan berbeda dengan nama-nama capres yang akan bertarung dalam Pilpres 2014. Maka menurut Wiranto, ia siap jika harus kembali bertarung dengan tokoh-tokoh dalam 'satu almamternya'.
"Kalau diulangi pada level nasional, ya hayu. Kita sudah pernah melakukan itu pada konvensi sebelumnya," ucapnya.
Meski demikian, ia menyadari tidak otomatis kemenangan dalam konvensi Partai Golkar saat itu menjadi gambaran untuk kemenangan Pilpres 2014. Kemungkinan pemenang Pilpres 2014 tetap menjadi tanda tanya.
"Kemungkinan terjadi sama skornya belum tentu, komptensi masing-masing bisa terjadi, dan yang pasti strategi sangat dekat dengan talenta masing-masing," kata Wiranto.
(/)











































