"Dokumen pertemuan itu lengkap, baik itu rekaman kaset, tayangan video, foto-foto, dan catatan dari masing-masing menteri. Ini sudah saling mencocokkan apa saja yang dibicarakan. Transkrip akan dibagikan, silakan dibaca utuh, silakan diperiksa ada atau tidak kata-kata Bank Century, apalagi bailout," kata SBY di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2012).
Booklet tersebut dibagikan staf Sekretariat Presiden dengan ketebalan 40 halaman. Booklet tersebut diberi judul 'Bersatu Menghadapi Krisis: Pertemuan Presiden Republik Indonesia dan Para Penegak Hukum, Menghadapi Krisis Ekonomi Global 2008'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan itu dihadiri oleh Kabinet Indonesia Bersatu, di antaranya adalah Menko Polhukam Widodo AS, Menteri Perekonomian ad interim Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi dan Menteri BUMN Sofyan Djalil.
Sedangkan dari penegak hukum dan auditor adalah Ketua BPK Anwar Nasution, Ketua KPK Antasari Azhar, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kapolri Jend Bambang Hendarso Danuri, dan Ketua BPKP Didik Widayadi.
"Apa tujuannya? Kita ingin bertukar pikiran dan konsultasi untuk satu tujuan penting kemungkinan datangnya krisis di negeri kita," kata presiden dalam pidatonya.
(vid/mok)











































