"Kita masih mencari cara agar bisa ke wilayah konflik," kata Vice Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Suhelmaidi Syukur dalam jumpa pers di Saung Galah, Jl Wolter Monginsidi, Jaksel, Rabu (15/8/2012).
Visa hanya diperoleh dari Thailand. Sedang ke Bangladesh pun tidak bisa didapat. Namun ACT akan tetap melakukan berbagai upaya agar bisa membantu muslim Rohingya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, setelah dari kawasan perbatasan Thailand dan Myanmar, tim ACT akan bergerak ke Iran memberi bantuan bagi korban pengungsi. Total dana yang diperoleh ACT Rp 4,5 miliar.
Sementara Eksekutif Director Global Humanity Respons M Imam Akbari dalam kesempatan yang sama menegaskan, bahwa pihaknya akan mendorong DPR, pemerintah, ASEAN, dan PBB untuk melakukan langkah menyelamatkan muslim Rohingya.
"Untuk sama-sama melakukan langkah yang bisa membuka akses masuk ke Rohingya," tegasnya.
(ndu/ndr)










































