Kesal Dicuekin Anggota DPRD Sumbar, Kontrak Politik Dirobek

Kesal Dicuekin Anggota DPRD Sumbar, Kontrak Politik Dirobek

- detikNews
Sabtu, 28 Agu 2004 13:49 WIB
Padang - Mahasiswa meminta anggota baru DPRD Sumbar meneken kontrak politik untuk tidak korup, tapi dicuekin. Kesal, mahasiswa pun merobek kertas kontrak politik.Kontrak politik disampaikan oleh 7 perwakilan dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Mereka melakukan aksi demo di Gedung DPRD Sumbar jalan Katib Sulaiman, Padang, Sabtu (28/8/2004).Semula mahasiswa tidak diperkenankan masuk gedung karena sedangkan dilakukan pelantikan terhadap 55 anggota dewan baru. Setelah acara pelantikan selesai, 7 perwakilan mahasiswa diperbolehkan masuk ke aula, tempat acara pelantikan berlangsung.Sesampainya di aula, suasana tampak hiruk pikuk. Pasalnya para anggota dewan baru asyik berfoto-foto ria dan saling bersalam-salaman. Melihat itu, mahasiswa berteriak meminta perhatian anggota dewan."Jangan segera pulang dulu. Kami akan membacakan kontrak politik. Kami minta semua anggota dewan menandatanganinya," pinta seorang perwakilan mahasiswa.Namun teriakan mahasiswa itu sia-sia, tidak ada anggota dewan yang memperhatikan. Mahasiswa pun kembali mengulangi permintaannya. Tak berapa lama, seorang anggota dewan bernama Yul Achari Sasta menemui mahasiswa.Yul mengaku bersedia memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dengan anggota dewan. Yul bahkan berjanji akan datang ke kampus untuk menemui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumbar. Tapi mahasiswa tidak percaya dan menolak tawaran Yul.Karena tidak mendapat tanggapan maupun tanda tangan dari seorang anggota dewan pun, mahasiswa pun merobek-robek kertas berisikan kontrak politik di hadapan anggota dewan. Meski demikian, robekan kertas dibuang ke lantai, namun tetap dipegang mahasiswa.Mahasiswa keluar aula dengan kecewa. Mereka menginformasikan kejadian itu kepada kawan-kawannya. Mendengar itu, mereka pun kesal dan mengancam akan mengajak mahasiswa dan masyarakat lain untuk mengepung gedung dewan. "Baru saja mulai, apa susahnya meneken kontrak, tapi mereka tidak mau," sesal mahasiswa. Mahasiswa yang mulai beraksi pukul 10.00 WIB itu akhirnya membubarkan diri pukul 13.15 WIB.Isi kontrak politik itu meminta agar anggota dewan baru tidak mengulangi perbuatan korup anggota dewan yang lama. Kemudian meminta anggaran pendidikan dinaikkan.Yul yang diminta tanggapannya oleh wartawan menilai, sebenarnya apa yang disebut dengan kontrak politik itu tidak ada. "Apa yang baru saja kami lakukan, yakni bersumpah dan berjanji dalam nama Tuhan itu sudah melebihi kontrak politik," tukasnya.Sebanyak 55 anggota baru DPRD Sumbar dilantik. Pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumbar Muhammad Bahaudin Quadri. Leonardi Harmainy dari Golkar ditetapkan menjadi ketua sementara. Saat akan meninggalkan gedung dewan, Leonardi dikawal puluhan 'bodyguard' dari Angkatan Muda partai Golkar (AMPG) Sumbar. (sss/)


Berita Terkait