"Sistem ini kan dalam masa transisi, maka tentunya perlu ada sosialisasi, kali ini saja PT KAI perlu memberi kesempatan kepada yang sudah memiliki tiket untuk bisa ditukar, untuk sebuah pembelajaran," kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Nusyirwan Soejono, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Menurut Nusyirwan, sistem pencocokan data dari PT KAI adalah suatu kemajuan. Namun, dia menambahkan, untuk Lebaran kali ini PT KAI diminta untuk memberi kelonggaran kepada para penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket.
"Tentunya harus ada pemecahan teknis di pihak PT KAI, bisa ditukar, yang tadinya tidak cocok sekarang disesuaikan administrasinya, istilahnya boarding pass," terangnya.
Untuk ke depannya, Nusyirwan meminta masyarakat menaati aturan dari PT KAI. "Pola tiket dengan ID card ini kemajuan, untuk keselamatan, masyarakat diminta untuk bisa menaati," terangnya.
Seperti diketahui banyak calon penumpang kereta harus gigt jari karena tidak dibolehkan naik ke kereta. Penyebabnya, ada ketidakcocokan data antara tiket dengan kartu identitas.
Contohnya yang terjadi di Semarang. Sebanyak 33 calon penumpang KA di stasiun Tawang Semarang tidak diperbolehkan naik kereta karena identitasnya tidak sesuai dengan nama yang tertera di tiket.
(tor/ndr)











































