AS Jadikan Afghanistan Mitra Utama Dalam Kerjasama Pembangunan

AS Jadikan Afghanistan Mitra Utama Dalam Kerjasama Pembangunan

- detikNews
Selasa, 14 Agu 2012 21:36 WIB
AS Jadikan Afghanistan Mitra Utama Dalam Kerjasama Pembangunan
ilustrasi
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadikan Afghanistan sebagai mitra utamanya. Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan persetujuan kemitraan strategis berkelanjutan kedua negara oleh Dubes AS Scot Marciel dan Dubes Afghanistan Ghulam Sakhi Ghairat.

"Jadi perjanjian ini sekaligus menjadikan Afghanistan sebagai mitra utama non-NATO. Jadi kami akan terus melakukan upaya dukungan dan bantuan terhadap pemerintah Afghanistan, dengan jumlah yang terus meningkat," ujar Scot Marciel usai penandatanganan di kediamannya, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2012).

Dijelaskan Marciel, kerjasama kemitraan strategis ini merupakan penguatan dari berbagai aspek yang sudah ada. Dimana, lanjutnya, AS sudah masuk ke Afghanistan sejak tahun 2001 lalu, tepatnya usai serangan terorisme yang diduga dilakukan oleh kelompok Al-Qaeda dan dilindungi oleh pemimpin Afghanistan saat itu, yaitu Taliban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita masuk ke sana tidak hanya melakukan serangan terhadap teroris, tapi juga melakukan pembangunan dalam banyak bidang seperti pembangunan lingkungan yang aman dan berkelanjutan, juga penghormatan kepada wanita," terangnya.

Menurut statistik yang ada, Marciel menuturkan, dana sebesar US$ 300 juta sudah diinvestasikan oleh pemerintah AS untuk memperbaiki berbagai sektor, terutama pendidikan di Afghanistan. Dimana saat itu, ada 8 juta pelajar di Afghanistan dan sepertiga diantaranya adalah perempuan.

"Ini adalah kemajuan yang pesat dibanding 10 tahun lalu, dimana Taliban masih berkuasa di Afghanistan," ucapnya.

"Selain pendidikan, kami juga melakukan pelatihan terhadap tentara Afghanistan, sehingga diharapkan tahun 2014 nanti angkatan bersenjata Afghanistan bisa mengamankan wilayahnya secara mandiri," imbuh Marciel.

Sementara itu, Dubes Afghanistan untuk Indonesia Ghulam Sakhi Ghairat menyambut baik penandatanganan ini. Dia justru menyatakan, kerjasama kedua negara sebenarnya telah dilakukan sejak 55 tahun lalu. Dan saat ini, sudah banyak proyek seperti bendungan, sekolah, maupun universitas yang dibangun oleh AS di Afghanistan.

"AS juga membantu kami dalam membentuk suatu negara modern dimana adanya presiden terpilih, anggota parlemen terpilih dan kebebasan terhadap pers," terang Ghairat.

Perlu diketahui bahwa persetujuan kemitraan antara AS dan Afghanistan ini meliputi beberapa aspek, seperti demokratisasi, keamanan jangka panjang, memperkuat keamanan dan kerja sama wilayah, serta penguatan lembaga dan tata kelola Afghanistan.

(/)


Berita Terkait