"Agar melakukan istirahat pada jarak-jarak tertentu perjalanan, untuk menjaga kebugaran dan menjamin kesehatan anak," kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam saat berbincang, Selasa (14/8/2012).
Niam juga mengimbau agar masjid dan sekolah juga membantu menyiapkan tempat peristirahatan saat mudik. Anak perlu dijaga dalam mudik, mengingat kondisi mereka rentan.
"Dewan masjid juga diimbau untuk dapat membuat edaran agar masjid-masjid juga menyiapkan diri untuk istirahat para pemudik, dengan menyertakan relawan pramuka, PMI, dinas kesehatan. Posko mudik ramah anak dapat memanfaatkan sarana prasarana fasos dan fasum serta rumah pendduk di spanjang jalur mudik," jelas Niam.
Agar sekolah berpartisipasi, menjadi tempat istirahat para pemudik, Niam berharap Kemendikbud mengeluarkan surat edaran tentang penggunaan sarana dan prasarana sekolah.
"Untuk membuka sekolah sebagai posko, untuk sekedar istirahat dan MCK. Partisipasi masyarakat juga dapat berupa penyediaan posko-posko mudik di sepanjang jalur mudik. Penyediaan layanan mudik gratis itu, khususnya bagi kelompok rentan, prioritasnya bagi pemudik yang memiliki anak kecil," tuturnya.
(ndr/nrl)











































