Budayawan Benny Susatyo berkeyakinan kalau menolak perbedaan itu sama saja dengan menolak Indonesia.
"Justru, orang yang menolak perbedaan itu menolak Indonesia," ucap Benny di sela-sela diskusi publik bertema 'Pilgub DKI Jakarta: Kebhinekaan dalam Perspektif Alquran' di kantor Baitul Muslimin Indonesia, Jalan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Problem kita saat ini problem kepicikan. Menganggap dirinya paling benar. Hal itu artinya gagal membangun kedewasaan," jelas Benny
Menanggapi hal ini, Benny mengimbau kepada setiap masyrakat agar tidak reaktif. "Kasus seperti ini harusnya kita tidak reaktif. Dalam survei pun, partai agama tidak pernah mendapat posisi," ungkapnya.
Salah satu cara yang dipercayai oleh Benny dalam meminimkan isu SARA dalam kampanye adalah dengan menerapkan pola pikir kebhinekaan.
"Kebhinekaan harus bisa jadi pola pikir rakyat. Jadi menurut saya, kbhinekaan masih jadi cara berpikir dan bernalar kita," terangnya.
(tor/tor)











































