Budayawan: Menolak Perbedaan Sama dengan Menolak Indonesia!

Budayawan: Menolak Perbedaan Sama dengan Menolak Indonesia!

Silvanus Alvin - detikNews
Senin, 13 Agu 2012 20:00 WIB
Jakarta - Isu SARA seringkali mengarah pada perpecahan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karenanya, budayawan Indonesia menolak isu SARA khususnya dalam gelaran Pilgub DKI 2012.

Budayawan Benny Susatyo berkeyakinan kalau menolak perbedaan itu sama saja dengan menolak Indonesia.

"Justru, orang yang menolak perbedaan itu menolak Indonesia," ucap Benny di sela-sela diskusi publik bertema 'Pilgub DKI Jakarta: Kebhinekaan dalam Perspektif Alquran' di kantor Baitul Muslimin Indonesia, Jalan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Problema yang menaungi pertarungan kampanye pemilihan gubernur Jakarta ini, menurut Benny, mengerucut pada satu titik, yaitu problem kepicikan.

"Problem kita saat ini problem kepicikan. Menganggap dirinya paling benar. Hal itu artinya gagal membangun kedewasaan," jelas Benny

Menanggapi hal ini, Benny mengimbau kepada setiap masyrakat agar tidak reaktif. "Kasus seperti ini harusnya kita tidak reaktif. Dalam survei pun, partai agama tidak pernah mendapat posisi," ungkapnya.

Salah satu cara yang dipercayai oleh Benny dalam meminimkan isu SARA dalam kampanye adalah dengan menerapkan pola pikir kebhinekaan.

"Kebhinekaan harus bisa jadi pola pikir rakyat. Jadi menurut saya, kbhinekaan masih jadi cara berpikir dan bernalar kita," terangnya.

(tor/tor)


Berita Terkait