"Di 2 hari terakhir ini dibandingkan dengan hari sebelumnya terjadi 54 kasus curat (pencurian dengan pemberatan) di seluruh Indonesia. Kita lihat trennya turun 71 persen," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2012).
Untuk kasus pencurian dengan kekerasan (curas) H-9 dan H-8 ada penurunan 27 persen dari 15 kasus pada H-9 menjadi 11 kasus di H-8.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini seluruh Indonesia ya. Jadi ada penurunan 14 persen," tutur Boy.
Ketika ditanya tentang penempatan sniper atau penembak jitu, Boy mengatakan bila ada kondisi yang mengancam keamanan sniper itu bisa ditempatkan.
"Kalau ancamannya tidak membutuhkan ya tidak perlu. Kalau dirasakan banyak bajing loncat dari hasil deteksi dini maka tentu nanti akan ada peningkatan pengawasan di daerah rawan terutama daerah kejahatan dengan menggunakan senpi. Baru nanti ada petugas yng dibekali senjata api," tuturnya.
(nwk/vta)











































