"Pos pengamanan itu untuk membantu masyarakat yang punya masalah apa pun di perjalanan seperti menjadi korban kejahatan, kehilangan hingga keluhan masalah kesehatan," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada detikcom di kantornya, Senin (13/8/2012).
Rikwanto mengatakan, pos pengamanan ini disebar di titik-titik rawan kecelakaan dan kejahatan di jalur keberangkatan pemudik yang hendak ke Jawa atau Sumatera di tiap Polres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pos pengamanan tersebut akan disiapkan pelayanan kesehatan, pelayanan informasi jalur mudik dan pelayanan penyuluhan bagi pemudik baik yang menggunakan mobil dan terutama motor.
"Pos pengamanan itu untuk membantu masyarakat yang punya masalah apa pun, disediakan tim kesehatan dari Pemda DKI dan pihak swasta yang membuka gerai komunikasi atau bengkel," urainya.
Pos pengamanan ini dibuka selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2012 mulai dari H-9 sampai H+6 lebaran. Dalam operasi khusus ini, Polda Metro Jaya menerjunkan 8.645 personel yang terdiri dari 8 ribu personel polisi dan 645 personel dari instansi terkait.
"Instansi terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Damkas), Dinas Kesehatan, Donas Perhubungan dan Satpol PP," katanya.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran operasi yakni terminal bus, stasiun, bandara, pelabuhan, tempat rekreasi dan pusat perbelanjaan. Selain itu, tempat ibadah umat islam, pemukiman dan rumah yang ditinggal penghuninya untuk mudik juga menjadi prioritas pengamanan.
Polisi juga akan mengamankan serangkaian kegiatan selama lebaran dan pascalebaran seperti takbir keliling, solat Id, pembagian zakat, belanja, mudik dan balik serta kegiatan berwisata.
"Kegiatan deteksi lain yakni calo, agen tiket dan tempat penjualan petasan," imbuhnya.
Adapun, target operasi yakni kelancaran lalu lintas pada trouble spot (titik rawan macet lalu lintas) agar lebih baik dari tahun sebelumnya, angka laka lantas serta korban meninggal dunia dapat berkurang, jumlah pelanggaran lalin khususnya pengguna motor dan angkutan umum/bus AKAP dapat ditekan, kondisi yang kondusif ditunjukan dengan angka kriminalitas yang dapat dikendalikan seminimal mungkin.
(mei/ega)











































