"Suasana mudik penuh kekerasan, anak jatuh dan terhimpit. Ini membahayakan anak-anak," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi, saat jumpa pers di kantor Kemensos, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2012).
Pria yang akrab disapa Kak Seto ini mengingatkan, anak yang ditinggal mudik oleh orangtuanya pun harus diperhatikan. Sebab, mereka juga bisa jadi korban kejahatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kak Ade, pendongeng dari Dongeng Ceria Managament ini menambahkan, saat ini fasilitas yang disediakan untuk anak-anak saat mudik sangat minim. Bahkan posko-posko lebih banyak untuk orang dewasa.
"Kita melihat dangdut-dangdut di beberapa stasiun untuk hiburan orang dewasa, tapi pelayanan untuk anak belum ada sejauh ini," terangnya di tempat yang sama.
Karena itu, perlu sebuah posko khusus untuk memfasilitasi anak-anak tersebut. Taman bermain hingga posko kesehatan penting bagi anak-anak yang akan menempuh perjalanan jauh.
"Saya sangat mensupport kampanye ini, agar bagaimana menghibur anak-anak di titik konsentrasi massa tersebut dengan cara mendongeng untuk anak-anak," imbuhnya.
(mad/nrl)











































