Kurangi Risiko Kecelakaan, Sopir Bus AKAP di Yogya Dites Urine

Kurangi Risiko Kecelakaan, Sopir Bus AKAP di Yogya Dites Urine

Bagus Kurniawan - detikNews
Senin, 13 Agu 2012 16:10 WIB
Kurangi Risiko Kecelakaan, Sopir Bus AKAP di Yogya Dites Urine
Ilustrasi/detikcom
Yogyakarta - Sejumlah sopir bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Wates Kulonprogo, Yogyakarta menjalani tes urine. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para sopir.
Β 
Pemeriksaan kesehatan dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan Dinas Kesehatan Kulonprogo di Terminal Wates. Sekitar 10 orang sopir bus AKAP yang diperiksa, dua di antaranya diketahui menderita hipertensi.

Dua orang sopir yang menderita hipertensi itu kemudian diberikan perawatan dan diminta istirahat hingga tekanan darah kembali normal.

Sebelum diperiksa kesehatan, pengemudi diwawancarai oleh beberapa petugas untuk mengetahui identitas pengemudi, lama mengemudi, lama istirahat serta konsumsi obat sebelum mengendarai bus. Setelah selesai wawancara, pengemudi langsung diperiksa kesehatan mulai tekanan darah dan kandungan alkohol dalam tubuh serta tes urine.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemeriksaan dilakukan kepada semua bus AKAP yang masuk terminal. Petugas gabungan kemudian memeriksa di pos pemeriksaan.

"Pemeriksaan ini akan dilakukan di semua terminal bus AKAP di seluruh DIY hingga 16 Agustus mendatang. Hal ini kita lakukan demo keselamatan penumpang dan mengurangi risiko kecelakaan," kata koordinator tim pemeriksaan kesehatan dari Dinkes DIY, dr Anang Gatot Isyato, Senin (13/8/2012).

Menurut Anang, hasil dari pemeriksaan sementara tekanan darah, banyak pengemudi bus yang mengalami hipertensi. Pengemudi yang mengalami hipertensi langsung dirujuk ke posko kesehatan di terminal.

"Hipertensi paling sering kita temui, karena biasanya seorang sopir bekerja 5 jam nonstop tanpa istirahat yang cukup," katanya.

Menurut dia, pengemudi yang sehat yang boleh melanjutkan perjalanan. Sedangkan bila kondisi tidak sehat atau sakit tidak boleh melanjutkan perjalanan.
Β 
"Kami hanya memeriksa saja. Petugas akan memberikan rekomendasi kepada dinas perhubungan atau kepolisian jika ada pengemudi yang sakit yang dinilai membahayakan," kata Anang.

(bgk/trw)


Berita Terkait