Pendemo tiba di Kedubes Myanmar dengan berjalan kaki sekitar pukul 14.46 WIB, Senin (13/8/2012). Dalam orasinya, mereka kecewa dengan sikap pemerintah RI karena tidak proaktif terhadap masalah di Myanmar.
"Kami wajib membela umat yang teraniaya," teriak seorang orator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pendemo lalu memberikan pernyataan sikap mereka atas pembantaian etnis muslim Rohingya tersebut. Pertama, mereka mengutuk segala sikap pembantaian yang dilakukan pemerintah Myanmar. Kedua, menuntut pemerintah agar etnis Rohingya dijadikan warga Myanmar.
Ketiga, menyesalkan sikap PBB yang tidak proaktif terhadap penyelesaian pengungsi etnis Rohingya, mendesak PBB mencarikan langkah konkret dan meminta melaporkan pemerintah Myanmar ke Dewan Keamanan PBB.
Keempat, mendesak pemerintah RT berperan aktif mengajak seluruh umat Islam untuk memberikan bantuan. Kurang lebih 20 menit berunjuk rasa, mereka lalu meninggalkan Kedubes Myanmar.
(gus/nrl)










































