1 Orang Tewas & 3 Hilang Akibat Gelombang Tinggi Laut Selatan

1 Orang Tewas & 3 Hilang Akibat Gelombang Tinggi Laut Selatan

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 12 Agu 2012 19:23 WIB
Cilacap - Gelombang tinggi di Laut Selatan menelan korban jiwa. Satu kapal nelayan hancur disapu ombak. Seorang tewas dan dua lainnya hilang. Ombak besar juga menyapu 7 anak yang sedang bermain, satu diantaranya hilang.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, KM Anjani Jaya yang penuh muatan ikan hendak ke kembali ke dermaga. Belum sampai ke tujuan, kapal dihantam gelombang tinggi di tengah Laut Selatan Pulau Nusakambangan.

"Diduga perahu terbalik akibat disapu ombak. Saat korban terapung-apung di tengah laut, ada nelayan lain yang melihat dan langsung memberikan kode SOS," kata Camat Cilacap Selatan, Yuni Kustowo kepada wartawan, Minggu (12/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, korban ditemukan dalam keadaan kritis dengan berpegangan pada papan sisa pecahan kapal. Hingga akhirnya korban meninggal dunia. Sementara dua nelayan lainnya masih belum ditemukan.

Korban tewas diketahui merupakan nahkoda kapal KM Anjani Jaya bernama Anjani bin Maksudi, (44) warga Sentolo Kawat RT 7 RW 5, Cilacap. Sementara dua nelayan yang hilang bernama Heri Sukendar alias Itang bin Sijan (38), warga Kampung kemang, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede Bekasi, dan Misno bin Husein (30) warga desa Kalisapu, Kecamatan Gunung Jati Cirebon.

Sementara 1 anak yang hilang dan masih dalam pencarian bernama Tio (10), warga Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah. Saat itu, ia bermain bersama teman-temannya di Teluk Penyu, Cilacap, Minggu (12/08/2012) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Korban hilang setelah di sapu gelombang saat sedang berenang bersama 6 anak lainnya di pantai Teluk Penyu," jelasnya.

Hingga kini, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) terus melakukan pencarian para korban yang masih hilang.

"Kita terus melakukan pencarian, namun kita menemukan sedikit kendala karena cuaca yang buruk," kata anggota Basarnas, Nurul Fauzan.

(arb/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini