Warga juga tidak pernah curiga karena rumah milik Supiati itu sudah beralih tangan ke salah seorang warga Surabaya bernama Newi yang mengontraknya. Tentu, penemuan dua mayat itu tentu membuat warga sekitar terkejut.
"Kan rumah ini sudah dikontrakan ke Pak Newi Rp 4 juta untuk 2 tahun. Dan rencananya sama Pak Newi mau ditempati setelah lebaran," jelas Bambang, warga setempat kepada detiksurabaya.com, Minggu (12/8/2012)..
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah yang jalannya sempit itu selama ini hanya ditempati Supiati dan kakaknya, Suniarsih yang tinggal bersama suminya Barja. Namun warga mendengar bila belum lama ini Barja pulang kampung ke kampung halamannya di Subang.
"Cuma 3 orang saja yang serumah," tandas Ketua RT 1 RW 8, Agus kepada detiksurabaya.com di depan rumah korban.
Dari informasi yang dihimpun, Supiati telah menjanda setelah suaminya yang dinas di TNI AL meninggal dunia.
Sedangkan Sunarsih yang sebelumnya tinggal di kawasan Simorejo sering berkunjung ke rumah adiknya tersebut. Saat itu dia sedang hamil tua. Dan sejak tiga bulan lalu, Sunarsih bersama suaminya menetap bersama di rumah Supiati setelah bayi yang dilahirkan meninggal pada usia dua hari.
Agus mengaku juga heran dengan kejadian tersebut. Dia menduga pelaku cukup lihai. Sebab para tetangga yang ditemuinya tidak pernah mendengar suara gaduh dari rumah tersebut pada hari-hari sebelumnya meskipun tempat tinggal mereka berdempetan.
"Misalnya kalau dipukuli, warga pasti ada yang mendengarnya. Tapi pagi siang atau malam, warga tidak ada yang mendengar teriakan," jelasnya
(roi/mad)










































