Gerindra: Bukan Perang Ideologi, Tapi Pro Perubahan vs Status Quo

Gerindra: Bukan Perang Ideologi, Tapi Pro Perubahan vs Status Quo

- detikNews
Sabtu, 11 Agu 2012 18:09 WIB
Gerindra: Bukan Perang Ideologi, Tapi Pro Perubahan vs Status Quo
Jakarta - Sekjen PPP, Romahurmuziy, menyebut Pilgub DKI putaran kedua akan diwarnai perang ideologi. Namun bagi Partai Gerindra, perang sebenarnya justru antara perubahan melawan keinginan mempertahankan status quo.

"Bukan perang ideologi, tapi pertarungan antara yang ingin mempertahankan statusquo dan yang ingin melakukan perubahan dan pemberantasan korupsi," kata Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Martin Hutabara, kepada detikcom, Sabtu (11/8/2012).

Menurut Martin, kedua calon gubernur DKI justru memiliki ideologi yang sama, nasionalis sejati. Sangat tidak masuk akal, imbuh Martin, jika ada yang menilai akan terjadi perang ideologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi Fauzi Bowo adalah Ketua NU DKI. Sehingga sulit membayang kan keduanya akan perang ideologi dalam Pilgub DKI," lanjutnya.

Martin justru menilai masyarakat Jakarta ingin pertarungan Pilgub kali ini lebih mengedepankan soal program. Mulai dari mengatasi macet, menimbulkan rasa aman serta mengatasi pengangguran.

"Bukan malah mengangkat angkat masalah SARA. Masalah SARA adalah masalah sensitif bagi masyarakat Jakarta yang heterogen. Masyarakat sadar masalah ini akan dipecahkan secara persuasif, dengan akal sehat dan tenggang rasa yang tinggi dan bukan dengan cara memprovokasi," jelas Martin yang mengusung Jokowi-Ahok.

(mok/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads