Foke-PKS, Dulu Lawan Sekarang Kawan

Foke-PKS, Dulu Lawan Sekarang Kawan

- detikNews
Sabtu, 11 Agu 2012 16:38 WIB
Foke-PKS, Dulu Lawan Sekarang Kawan
Deklarasi PKS-Foke (rengga/detikcom)
Jakarta - Adagium politik 'tak ada kawan/lawan sejati, yang ada kepentingan abadi' terbukti dalam Pilgub DKI Jakarta. Pada Pilgub DKI Jakarta 2007, Partai Kesejahteraan Sejahtera (PKS) head to head melawan Fauzi Bowo (Foke) seorang diri. Kini, PKS mendukung Foke untuk menjadi DKI 1 setelah kalah di putaran pertama.

Dalam catatan detikcom, Pilgub 2007 lalu PKS menggandeng mantan Wakapolri, Komjen (Purn) Adang Daradjatun sebagai calon gubernur dan Dani Anwar sebagai calon wagub. Pasangan ini menjadi penantang tunggal pasangan Foke-Priyanto.

"Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim dan senantiasa bertawakal kepada Allah, DPP PKS memutuskan Adang Daradjatun dan Dani Anwar sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta untuk periode 2007-2012," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring kala itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, PKS harus melawan Foke yang didukung 15 partai koalisi. PKS percaya diri bertarung di kancah Pilgub karena meraih suara mayoritas di Jakarta pada Pemilu 2004. Namun siapa nyana, langkah PKS terjungkal. Di akhir penghitungan suara, PKS meraih suara 42 persen suara konstituen, sementara Foke unggul 58 persen suara pemilih.

Usai kalah, PKS kala itu berjanji akan menjadi partai oposisi di Jakarta. Bagi PKS, dalam Pilgub, menang atau kalah adalah hal biasa. "Kalaupun PKS dinyatakan kalah, kita akan tetap konsisten untuk mengadvokasi 46 persen warga DKI yang telah memberikan harapannya kepada kami," kata Tifatul Sembiring.

Setelah 5 tahun berlalu, suara PKS terjun bebas dalam putaran pertama Pilgub 2012 lalu. Suaranya turun drastis dan mengantongi suara kisaran 10 persen saja. Entah bergaining politik apa, jika dulu berhadap-hadapan langsung dengan Foke, kini PKS bergandengan tangan dengan orang yang pernah menaklukannya itu.

"PKS sudah bulat mendukung Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Barusan saja kita sudah menandatangani kontrak koalisi untuk selanjutnya," ujar Ketua DPW DKI Slamet Nurdin Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Sabtu (11/8/2012) siang ini.

Dengan polarisasi politik ini, sontak Jokowi-Ahok akan melawan berjuang mati-matian mendapat suara. Dalam bahasa Jokowi, ibarat semut melawan gajah. Namun apa komentar wali kota Solo ini?

"Ya nggak apa-apa. Mereka punya hak untuk memilih," ujar Jokowi di sela-sela acara silahturahmi dengan para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta.


(asp/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads