"Saya kira putaran kedua pilgub DKI akan cenderung bersifat ideologis, ketika kita berbicara tentang aspek-aspek elementer, tentang rakyat memilih, faktor primordial akan menjadi penentu. Dan salah satunya adalah hal-hal yang bersifat ideologis," ujar Sekjen PPP Romahurmuziy yang akrab disapa Romi, dalam diskusi Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2012).
Meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa isu SARA akan tetap membayangi pilgub DKI putaran kedua, namun Romi menilai ada dampak positif yang muncul. "Tetapi juga memberi efek positif bangkitnya kembali politik yang berbasis ideologi," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilgub putaran kedua ini akan menjadi pertarungan ideologis, yang saya kira akan menjadi jalan kembalinya re-ideologisasi pertarungan partai-partai politik," tandas Romi.
Putaran kedua PIlgub DKI dijadwalkan akan digelar pada 20 September mendatang. Pada putaran pertama, pasangan yang diusung PDIP dan Gerindra, Jokowi-Ahok, menempati suara tertinggi. Namun perolehan suaranya belum mencapai 50 persen + 1. Suara kedua menyusul pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
(nvc/gah)











































